I'tikaf bersama FSRMM

    Alhamdulillah, acara I'tikaf yang ditaja oleh FSRMM Riau di Masjid Muthmainnah Polda Riau sudah dimulai. Mari kita gunakan waktu di 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan ini untuk ber-I'tikaf di Masjid seperti yang telah Rasulullah SAW contohkan. Mari bersama kita raih Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

    Bagi kamu yang belum berkesempatan hadir, dapat men-download tausiyah yang disampaikan oleh Narasumber di bawah ini :
1. Ust. Jamhur Rahmat, Lc., MA.
2. Ust. Teguh Heriyanto, S.Pi
3. Ust. Abdul Somad, Lc., MA
4. Ust. Diki Gunawan Putra
5. Ust. Reza Lutfi
6. Ust. Eddy Handoko
7. Ust. Masriadi Hasan, Lc., M.Sha
8. Ust. Sebri Kurnia Ali Syahputra
9. Ust. Prasetya Bayu Afrian

Rangkaian Acara I'tikaf di Masjid Muthmainnah :
Talaqi Qur'an bersama Ust. Fadhli Wahyudi
Penyampaian Materi oleh Narasumber
Shalat Tahajud (Qiyamul Lail)
Sahur Bersama

FSRMM TAMPILKAN ULAMA PROVINSI RIAU DAN MUBALIGH FSRMM PADA KEGIATAN I’TIKAF RAMADHAN 1435 H

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, sudah dua hari ini FSRMM Riau menyelenggarakan kegiatan I’tikaf di 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan 1435 H yang bertempatkan di Masjid Muthmainnah POLDA Riau, jalan Kartini belakang Rumah Sakit Bhayangkara-Pekanbaru. Kegiatan I’tikaf ini tepatnya sudah dimulai sejak hari Sabtu, 19 Juli 2014 pukul 02.00 WIB. I’tikaf Ramadhan 1435 H yang ditaja oleh FSRMM Riau diawali dengan talaqqi qur-an yang dipimpin oleh Ustadz Fadhli Wahyudi (Mubaligh FSRMM) dan berlangsung selama 15 menit. Kemudian kegiatan i’tikaf dilanjutkan dengan penyampaian materi keislaman oleh para Ulama Provinsi Riau dan Mubaligh FSRMM dan dilanjutkan dengan mendirikan Qiyamul Lail secara berjamaah sebanyak delapan rakaat, yakni dua rakaat satu salam. Pada pukul 04.00 WIB, rangkaian kegiatan selanjutnya adalah melaksanakan sahur bersama di beranda Masjid Muthmainnah POLDA Riau, dengan membentuk majelis, baik laki-laki maupun perempuan.

Adapun pada hari pertama i’tikaf, materi keislaman disampaikan oleh Ustadz Jamhur Rahmat, Lc. MA., di mana beliau merupakan seorang Ulama sekaligus pakar sirah Provinsi Riau. Dibalut penyampaian materi yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam, Ustadz Jamhur Rahmat, Lc. MA. memaparkan materi seputar I’tikaf dan keutamaan-keutamaannya sebagai pembuka kegiatan i’tikaf di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan 1435 H di Masjid Muthmainnah POLDA Riau ini. Beliau menjelaskan kepada peserta bahwa betapa luar biasanya keutamaan-keutamaan yang didapatkan bagi siapa yang melaksanakan i’tikaf. Selain merupakan salah satu sunnah Rasulullah Saw. yang seharusnya ditegakkan oleh umat Islam, juga merupakan salah satu cara untuk mendapatkan Lailatul Qadr, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Setiap muslimin pasti menginginkan kesempatan mendapatkan malam yang istimewa ini, namun Lailatul Qadr tentu tidak akan bisa didapatkan begitu saja. Butuh usaha berupa amal ibadah yang dilakukan secara terus menerus dan terus meningkat dari hari ke hari diikuti niat yang ikhlas karena Allah ta’ala dan salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan melaksanakan i’tikaf sesuai dengan syarat-syaratnya.

Sementara pada hari kedua kegiatan i'tikaf, materi keislaman disampaikan oleh Ustadz Teguh Heriyanto, S.Pi, yang merupakan salah seorang Mubaligh FSRMM sekaligus Wakil Pembina Bidang Kepengasuhan di FSRMM Riau. Beliau menyampaikan materi tentang penafsiran ayat dari QS. Al A’raf (7) : 204 dengan diawali pembahasan materi secara umum kemudian dilanjutkan dengan pembahasan materi secara khusus. Beliau paparkan berdasarkan penafsiran ayat oleh para Ulama Tafsir Qur-an bahwa betapa Al Qur-an tidaklah cukup bila hanya diperdengarkan saja, baik ketika salat maupun pada saat yang lainnya, akan tetapi kita juga harus memperhatikan apa saja maksud dan makna dari firman-firman Allah tersebut, sehingga kita dapat memahami ayat-ayat Allah Swt. dengan jelas dan mengamalkannya. Hal inilah yang akan membawa perubahan pada diri kita, sehingga Allah akan memberikan rahmat-Nya kepada kita. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Seperti biasanya, usai melaksanakan sahur bersama dan mendirikan salat Subuh secara berjamaah di Masjid Muthmainnah POLDA Riau, Mubaligh atau Mubalighah akan tampil di mimbar untuk menyampaikan tausiyah singkat dalam rangka menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Insya Allah, pada hari Senin, 21 Juli 2014 i'tikaf Ramadhan 1435 H yang ditaja oleh FSRMM Riau akan dipandu oleh Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA., beliau merupakan Ulama dan Pakar Hadits Provinsi Riau.

Talaqqi Qur-an yang dipimpin oleh Ustadz Fadhli Wahyudi (Mubaligh FSRMM)

Penyampaian materi keislaman oleh Ustadz Teguh Heriyanto, S.Pi (Mubaligh FSRMM)
Peserta i'tikaf begitu bersemangat menyimak penyampaian materi keislaman oleh Ust. Teguh Heriyanto, S.Pi

Qiyamul lail yang didirikan secara berjamaah
Makan sahur bersama di beranda Masjid Muthmainnah POLDA Riau

Sedang Berlangsung I'tikaf Ramadhan 1435 H yang Dipandu oleh Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA.

    Senin, 21 Juli 2014—Dini hari ini sudah mencapai hari ke-3 pada 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan 1435 H FSRMM Riau mengadakan kegiatan i’tikaf di Masjid Muthmainnah POLDA Riau, jalan Kartini belakang Rumah Sakit Bhayangkara-Pekanbaru. Rangkaian kegiatan i’tikaf yang sudah dimulai sejak pukul 02.00 WIB tadi dibuka oleh Bayu FSRMM (Mubaligh FSRMM) yang kemudian mempersilahkan kepada Ustadz Fadhli Wahyudi (Mubaligh FSRMM) untuk memimpin talaqqi Qur-an dengan QS. Al Muzzammil (73) : 1-20 selang 15 menit. Memasuki pukul 02.15 WIB, Bayu FSRMM mempersilahkan kepada Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA. (Pakar Hadits Provinsi Riau, dan Penasehat FSRMM Riau) untuk menyampaikan materi keislaman, di mana pada kesempatan kali ini beliau membahas tentang Perjalanan Hidup Manusia. Puluhan peserta i’tikaf tampak begitu fokus memperhatikan penyampaian materi oleh Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA. dengan bantuan proyektor yang telah disediakan oleh panitia.


Talaqqi Qur-an yang dipimpin oleh Ust. Fadhli Wahyudi (Mubaligh FSRMM)


Talaqqi Qur-an yang dipimpin oleh Ust. Fadhli Wahyudi (Mubaligh FSRMM)


Penyampaian materi keislaman oleh Ust. H. Abdul Somad, Lc. MA.


Penyampaian materi keislaman oleh Ust. H. Abdul Somad, Lc. MA.


Peserta i'tikaf tampak begitu bersemangat memperhatikan penyampaian materi oleh Al Ustadz


Peserta i'tikaf tampak begitu bersemangat memperhatikan penyampaian materi oleh Al Ustadz

Hadirilah Acara I'tikaf 10 Malam Terakhir Ramadhan bersama FSRMM


FSRMM Riau mempersembahkan:

HADIRILAH DAN AJAK YANG LAIN!!
I'TIKAF 10 MALAM TERAKHIR RAMADHAN

Menghadirkan Narasumber:
Ustadz H. Jamhur Rahmat, Lc. MA. (19 Juli 2014)
Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA. (21 Juli 2014)
Ustadz H. Syamsuddin Muir, Lc. MA. (23 Juli 2014)
Ustadz H. Masriadi Hasan, Lc. M.Sha  (25 Juli 2014)
serta Mubaligh dari FSRMM Riau

Bertempatkan di:
Masjid Muthmainnah Polda Riau, jalan Kartini
Belakang Rumah Sakit Bhayangkara

Untuk info lebih lanjut hubungi:
Putra: 0812-7025-8845
Putri: 0896-2074-6616

Bazaar Ta'jil FSRMM Riau

Masih ingat dengan istilah bazaar ta’jil? Ya, bazaar yang selalu ada dalam jumlah yang besar di beberapa tempat setiap bulan suci Ramadhan tiba. Setiap menjelang azan Magrib di bulan suci Ramadhan, bazaar ini selalu dipenuhi oleh muslimin dan muslimat yang hendak berbuka puasa. FSRMM Riau juga mengadakan bazaar ta’jil sebagai salah satu fasilitas pelatihan tijaroh/kewirausahaan bagi para anggota dari FSRMM Riau sebagai bagian dari pembinaan dan program rutin dari Divisi Kewirausahaan dan Inventaris.

Bazaar ta’jil FSRMM ini telah digelar sejak awal Ramadhan 1435 H, tepatnya pada hari Senin, 30 Juni 2014, di Jalan Kartini, depan Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru. Puluhan pemuda-pemudi FSRMM yang begitu bersemangat untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan tijaroh ini secara bergantian mendapatkan jadwal menjaga bazaar seperti yang telah ditetapkan oleh penanggung jawab bazaar ta’jil, baik untuk yang ikhwan/laki-laki maupun yang akhwat/perempuan. Bazaar ta’jil ini digelar setiap tiga kali seminggu selama tiga minggu, yakni pada hari Senin, Rabu, dan Jumat, dan mulai dibuka sejak ba’da kultum Asar yang disampaikan oleh Mubaligh dan Mubalighah FSRMM.

Sangat banyak variasi menu ta’jil yang disediakan oleh pemuda-pemudi FSRMM, seperti kurma, gorengan, onde-onde, mi goreng, sop buah, dan menu lainnya yang menjadi pilihan favorit masyarakat Pekanbaru pada umumnya. Harga yang ditetapkan pun cukup terjangkau.  Variasi ta’jil-an ini merupakan hasil cipta rasa oleh beberapa orang tua dari anggota FSRMM dan dari link FSRMM itu sendiri. Bazaar ini insya Allah akan berakhir pada hari Jumat, 18 Juli 2014 dan dilanjutkan dengan agenda Ramadhan 1435 H lainnya yang ditaja oleh FSRMM, yakni I’tikaf yang dimulai pada hari Sabtu, 19 Juli 2014 selama 10 hari yang bertempatkan di Masjid Muthmainnah POLDA Riau.

Yuk, cicipi nikmatnya bazaar ta'jil FSRMM! (red: fsrmm.com)


FSRMM Riau Menaja Acara Peringatan Nuzulul Qur-an

FSRMM Riau baru saja usai menyelenggarakan acara Peringatan Nuzulul Qur-an bersama Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA. (Ulama, Pakar Hadits Provinsi Riau, dan Penasihat FSRMM Riau) di Masjid Muthmainnah POLDA Riau, jalan Kartini belakang Rumah Sakit Bhayangkara-Pekanbaru pada hari Ahad, 13 Juli 2014.

Acara Peringatan Nuzulul Qur-an yang dimulai pada pukul 13.15 WIB ini dikomandoi oleh Bayu FSRMM selaku protokol dan kemudian dilanjutkan dengan tartil Qur-an oleh Irawan FSRMM. Sekitar pukul 13.25 WIB, Bayu FSRMM mempersilahkan kepada Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA. untuk menyampaikan materi dengan bantuan proyektor yang telah disediakan oleh panitia.

Penyampaian materi mengenai Al Qur-an, seperti proses diturunkannya Al Qur-an, isi Al Qur-an, keutamaan-keutamaan Al Qur-an, dan yang lain sebagainya disampaikan oleh Guru Hadits FSRMM ini dengan penuh semangat dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam. Tidak luput guyonan yang menjadi ciri khas beliau membuat para peserta acara Peringatan Nuzulul Qur-an semakin bersemangat untuk mendengarkan kajian keislaman yang disampaikan.

Antusiasme peserta sangat terlihat pada acara ini, seperti mem-bludak-nya jumlah kehadiran peserta yang mencapai ratusan sehingga membuat belasan peserta harus duduk di beranda masjid untuk tetap menyimak kajian keislaman yang disampaikan, namun hal ini tidak menyurutkan semangat para peserta untuk menghadiri acara Peringatan Nuzulul Qur-an. Tidak hanya itu, bahkan sejak sebelum masuknya waktu Zuhur, puluhan peserta sudah berdatangan di Masjid Muthmainnah POLDA Riau untuk mendirikan salat Zuhur berjamaah.

Usai penyampaian materi seputar Nuzulul Qur-an oleh Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA., Reza FSRMM selaku moderator mempersilahkan kepada para peserta untuk bertanya mengenai materi yang telah disampaikan dan sesi tanya-jawab ini dibatasi sekitar 20 menit.

Selain  mengkaji seputar keislaman, di mana pada acara ini yang dibahas adalah Nuzulul Qur-an, FSRMM Riau turut menggalang dana untuk membantu saudara-saudari muslim di Gaza, Palestina yang pada saat ini sedang dibombardir oleh Israel laknatullah. Alhamdulillah, total dana yang disumbangkan oleh para peserta acara Peringatan Nuzulul Qur-an telah terkumpul sebesar Rp 12.500.000,-. Selain itu, FSRMM Riau juga mengajak para peserta untuk ikut menyumbangkan uang ataupun sembako untuk Panti Asuhan Ilham dalam rangka Bakti Sosial.

Kemudian rangkaian acara Peringatan Nuzulul Qur-an dilanjutkan dengan do’a yang dipimpin oleh Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA. dan acara ditutup oleh Bayu FSRMM.


Registrasi peserta



Pembukaan acara oleh protokol (Bayu FSRMM)


Tartil Qur-an oleh Irawan FSRMM (Mubaligh FSRMM)


Penyampaian materi oleh Ust. H. Abdul Somad, Lc. MA.


Penyampaian materi oleh Ust. H. Abdul Somad, Lc. MA.


Ratusan peserta acara Peringatan Nuzulul Qur-an


Ratusan peserta acara Peringatan Nuzulul Qur-an

Peserta tampak terhibur oleh guyonan pemateri

Sesi tanya-jawab yang dipandu oleh Reza FSRMM (Mubaligh FSRMM)


Sesi tanya-jawab yang dipandu oleh Reza FSRMM (Mubaligh FSRMM)

Do'a yang dipimpin oleh Ust. H. Abdul Somad, Lc. MA.


Do'a yang dipimpin oleh Ust. H. Abdul Somad, Lc. MA.

Do'a yang dipimpin oleh Ust. H. Abdul Somad, Lc. MA.

Sedang Berlangsung Acara Peringatan Nuzulul Qur-an

Sedang berlangsung acara Peringatan Nuzulul Qur-an bersama Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA. (Ulama dan Pakar Hadits Provinsi Riau) di Masjid Muthmainnah POLDA Riau, jalan Kartini, tepatnya di belakang Rumah Sakit Bhayangkara-Pekanbaru. Acara ini diselenggarakan oleh FSRMM Riau.

Hingga pukul 14.00 WIB ini sangat terlihat antusiasme ratusan peserta acara Peringatan Nuzulul Qur-an. Hal ini dapat dilihat dari kehadiran para peserta sejak qabla/sebelum Zuhur tadi hingga saat ini yang semakin meningkat dan bersemangatnya para peserta menyimak penyampaian materi oleh Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA.. Guyonan khas beliau tidak jarang membuat para peserta terhibur dan semakin fokus, serta semakin bersemangat dalam menyimak penyampaian materi mengenai Nuzulul Qur-an.

Pembukaan oleh protokol acara, Bayu FSRMM
Tilawatil Qur-an oleh Irawan FSRMM

Registrasi peserta acara


Penyampaian materi oleh Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA.

Penyampaian materi oleh Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA.

Penyampaian materi oleh Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA.
 
Ramainya peserta hingga ke beranda masjid

FSRMM Hadirkan Mubaligh dan Mubalighah ke Tengah Masyarakat

Memasuki bulan suci Ramadhan 1435 H, FSRMM Riau telah merancang agenda-agenda yang akan dilaksanakan di bulan Ramadhan untuk meningkatkan amal ibadah, meningkatkan kualitas diri, dan mengajak masyarakat—terkhususnya pemuda dan pemudi muslim—untuk bersama-sama mengejar ridha Allah Swt..

Seperti yang telah kita ketahui bahwa bulan suci Ramadhan penuh dengan keutamaan-keutamaan yang akan Allah berikan kepada orang-orang yang beriman, yang dengan keimanannya bersungguh-sungguh melaksanakan perintah dari Allah Swt. untuk membuktikan keimanannya dan kecintaannya kepada-Nya. Tentunya tujuan utama dalam melaksanakan perintah Allah dan meningkatkan amal ibadah selama berada di bulan Ramadhan ini adalah untuk mengharapkan ridha Allah Swt., bukan hanya sekedar mengejar keutamaan-keutamaannya saja. Lebih penting lagi, segala amal ibadah yang dilaksanakan ini tidak cukup jika hanya dikerjakan selama berada di bulan suci Ramadhan saja, karena salah satu sebutan untuk bulan suci Ramadhan adalah “Bulan Tarbiyah/Pelatihan” bagi umat Islam, sehingga di bulan suci Ramadhan inilah kita membiasakan diri untuk mengerjakan segala kebajikan dan menjauhi segala keburukan untuk diaplikasikan secara konsisten di luar bulan Ramadhan.

Adapun salah satu agenda Ramadhan 1435 H yang telah dilaksanakan secara rutin oleh FSRMM Riau ialah penyampaian tausiyah singkat oleh Mubaligh dan Mubalighah FSRMM, baik di Masjid Muthmainnah POLDA Riau maupun di masjid-masjid yang ada di Provinsi Riau. Adapun penyampaian tausiyah singkat ini diadakan secara rutin setiap ba’da Subuh, ba’da Zuhur, dan ba’da Asar di Masjid Muthmainnah POLDA Riau. Dan alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, beberapa Ustadz dan Ustadzah FSRMM telah diminta untuk mengisi tausiyah di luar jadwal tausiyah rutin, seperti:

1.      Ustadzah Meutya Safitri menyampaikan tausiyah singkat dengan judul “Kewajiban Berpuasa” ba’da Asar pada hari Senin, 30 Juni 2014 di STIKES Hangtuah-Pekanbaru,
2.      Ustadz Diki Gunawan Putra menyampaikan tausiyah singkat dengan judul “Peluang Masuk ke Surga” selepas adzan Zuhur pada hari Rabu, 2 Juli 2014 di  Masjid Raya Pekanbaru, dan yang berjudul “Semangat Beramal Salih” selepas adzan Zuhur pada hari Rabu, 9 Juli 2014 di masjid yang sama, serta yang berjudul "Syarat-Syarat Masuk ke Surga" ba'da Isya pada hari Jumat, 11 Juli 2014 di Masjid Al Falah, jalan Sumatera-Pekanbaru,
3.      Ustadz Reza Lutfi menyampaikan tausiyah singkat dengan judul “Urgensitas Keimanan dalam Berpuasa di Bulan Ramadhan” ba’da Isya pada hari Rabu, 2 Juli 2014 di Masjid Al Falah, jalan Sumatera-Pekanbaru, dan ba’da Isya pada hari Sabtu, 5 Juli 2014 di Masjid Muthmainnah POLDA Riau-Pekanbaru,
4.      Ustadz Teguh Heriyanto, S.Pi menyampaikan tausiyah singkat dengan judul “Sifat Buruk Manusia” ba’da Subuh pada hari Jumat, 4 Juli 2014 di Masjid Al Falah, jalan Sumatera-Pekanbaru, dan ba’da Subuh pada hari Jumat, 11 Juli 2014 di Masjid Muthmainnah POLDA Riau-Pekanbaru,
5.      Mubaligh dan Mubalighah FSRMM lainnya yang turut mengisi tausiyah di beberapa masjid di kota Pekanbaru ini.

Gambar: Kajian keislaman oleh Ustadzah Meutya Safitri di STIKes Hangtuah pada Senin, 30 Juli 2014

Gambar: Para mahasiswa dan dosen keperawatan STIKes Hangtuah begitu bersemangat menyimak kajian oleh Ustadzah Meutya Safitri

Gambar: Kajian keislaman oleh Ustadz Diki Gunawan Putra di Masjid Raya Pekanbaru pada Rabu, 2 Juli 2014

Gambar: Ramainya jamaah kajian keislaman Ustadz Diki Gunawan Putra

Gambar: Kajian keislaman oleh Ustadz Reza Lutfi di Masjid Al Falah Pekanbaru pada Rabu, 2 Juli 2014

Gambar: Fokusnya perhatian jamaah pada Ustadz Reza Lutfi yang menyampaikan materi

Gambar: Kajian keislaman oleh Ustadz Reza Lutfi di Masjid Muthmainnah POLDA Riau pada Sabtu, 5 Juli 2014

Gambar: Kajian Keislaman oleh Ustadz Teguh Heriyanto, S.Pi di Masjid Al Falah Pekanbaru pada Jumat, 4 Juli 2014

Gambar: Kajian keislaman oleh Ustadz Diki Gunawan Putra di Masjid Al Falah Pekanbaru pada Jumat, 11 Juli 2014

Acara Peringatan Nuzulul Qur-an







FSRMM Riau mempersembahkan:

HADIRILAH DAN AJAK YANG LAIN!!
Acara Peringatan Peristiwa
NUZULUL QUR-AN

Bersama:
Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA.
(Ulama Hadits Provinsi Riau)

Bertempatkan di:
Masjid Muthmainnah Polda Riau, jalan Kartini
Belakang Rumah Sakit Bhayangkara

Untuk info lebih lanjut hubungi:
Putra: 0852-7287-3395
Putri: 0852-7827-8897

Kunjungi website kami di:

Menuju Kebersamaan Awal Ramadhan



Dikutip dari tulisan:
Oleh: Ust. Syamsuddin Muir, Lc. MA
Anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Riau


Setiap kali Memasuki bulan Ramadan, umat Islam di tanah air masih dihadapkan kepada masalah penetapan awal puasa. Hingga saat ini, kita masih melihat umat terbagi beberapa kelompok dalam memulai puasa Ramadan dan Idul Fitri. Ini satu fenomena janggal yang tak pernah terjadi di negara Islam lainnya. Buktinya, selama penulis kuliah di Mesir, Suriah, dan Malaysia, penulis tidak pernah mendengar dan melihat fenomena seperti ini.    

Metode Ru’yah al-Hilal
Perlu kita akui, penetapan awal bulan qamariyah dengan ru’yah al-hilal (melihat bulan) merupakan metode yang disepakati seluruh ulama Islam. Dan metode ini yang digunakan pada masa Rasulullah  dan masa setelahnya. Makanya, Lembaga Fatwa Arab Saudi yang tertulis dalam kitab Fatawa al-Lajnah al-Da’imah menegaskan,  penetapan bulan qamariyah, seperti Ramadan, Syawal, Zulhijjah, dan lainnya hanya dengan menggunakan metode ru’yah al-hilal.  

Namun begitu, para ulama di belahan dunia Arab itu tidak menolak penggunaan metode al-hisab al-falaki (ilmu hisab) dalam menetapkan awal bulan. Itu bisa dilihat dalam buku al-Jami’ Li Ahkam al-Shiam terbitan Lembaga Fatwa Mesir (Dar al-Ifta’ al-Mishriyyah) yang menyatakan, ru’yah al-hilal merupakan asas utama penetapan awal bulan qamariyah, dan  ilmu falak digunakan sebagai pendukung. Maka, persaksian seseorang melihat hilal Ramadan tidak diterima, jika bertentangan dengan ilmu falak. Dan jika ilmu falak menyatakan tidak mungkin melihat hilal, atau tidak imkan al-ru’yah, maka persaksian seseorang melihat hilal itu juga tidak diterima.

Nahdlatul ulama (NU) menggunakan metode itu, dan hasil rukyah dapat ditolak, bila tidak didukung oleh hisab yang akurat. Sampai saat ini,  NU menggunakan batasan ketinggian hilal minimum 2 derajat. Bila kurang dari itu, hasil rukyah dapat ditolak.

Metode al-Hisab al-Falaki
Di sisi lain, Muhammadiyah memilih metode hisab (ilmu falak), karena dianggap lebih mendekati kebenaran dan lebih praktis. Lalu, Muhammadiyah menetapkan awal bulan qamariyah dengan menggunakan hisab wujud al-hilal melalui metode hisab yang akurat. Dengan metode hisab wujud al-hilal, maka hilal dianggap ada bila matahari terbenam lebih dahulu dari bulan. Tapi perlu diingat, sebelum berpindah kepada metode hisab wujud al-hilal, Muhammadiyah pernah menggunakan metode hisab ijtima' qablal ghurub, dan hisab imkan al-ru’yah.

Perpindahan dalam penggunaan metode hisab itu, menunjukkan ilmu falak  tidak mempunyai satu kesatuan metode baku. Di antaranya ada metode ijtima’ qabla ghurub yang dipakai di Arab Saudi dan Mesir. Metode ijtima’ qabla fajr yang dipakai di Libya. Dan metode ijtima’ sebelum jam 12 waktu universal (UTC/GMT) yang dipakai oleh Fiqh Council of Nort America (FCNA).

Ada lagi metode hisab imkan al-ru’yah, yaitu menggunakan kriteria yang mempertimbangkan kemungkinan ru’yah al-hilal. Kriteria  itu berupa irtifa’, sudut elongasi, umur hilal, lebar hilal, dan lainnya. Namun, imkan al-ru’yah ini punya kriteria yang berbeda. NU menggunakan metode ini dengan kriteria irtifa’ 2 derajat. Kriteria ini juga yang dipakai di Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Tapi, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung, mengusulkan kriteria elongasi minimal 6.4 derajat, dan kriteria irtifa’ minimal 4 derajat. Bahkan, kesepakatan para ahli hisab pada Konfrensi Kalender Islam di Turki (1978) menetapkan irtifa’ minimal 5 derajat, dan sudut elongasi minimal 8 derajat.

Perbedaan metode hisab yang digunakan itu, juga bisa memicu perbedaan dalam menetapkan awal Ramadan dan Syawal. Buktinya, Muhammadiyah dan Persis menggunakan ilmu falak dalam menetapkan awal bulan qamariyah, tapi di antara dua ormas Islam ini pernah terjadi perbedaan. Misalnya, berdasarkan metode hisab wujud al-hilal, Muhammadiyah memutuskan Idul Fitri jatuh pada 29 Januari 1998. Tapi, Persis pada waktu itu mengikuti kriteria MABIMS, tinggi minimal (irtifa’) 2 derajat, lalu memutuskan Idul Fitri jatuh pada 30 Januari 1998.

Makanya, Staf Peneliti Bidang Matahari dan Lingkungan Antariksa, LAPAN, Bandung, T. Djamaluddin mengatakan, tidak ada satu pun metode hisab rukyah itu  bersifat qath'i (pasti), mutlak benarnya. Semuanya itu bersifat zanni, dugaan atas dasar keyakinan kebenarannya. Karena, rukyah belum tentu benar, bisa jadi objek yang disangka hilal itu sebenarnya bukan hilal. Begitu juga hisab atas dasar wujud al-hilal atau imkan al-ru’yah belum tentu benar. Karena masih ada yang bisa diperdebatkan. Bahkan, kriteria astronomi pun tidak mutlak benarnya, sebagaimana tidak mutlaknya suatu kebenaran ilmiah. Bisa jadi, dengan bukti-bukti pengamatan yang lebih banyak, dan analisis teoritik yang lebih mendalam, kriteria itu pun harus dirubah.

Menuju Kebersamaan
Melihat perbedaan kedua metode itu, Syaikh Yusuf al-Qaradhawi dalam bukunya al-Hisab al-Falaky Wa Itsbat Awa’il al-Suhur menghimbau umat Islam untuk mengikuti ketetapan yang diumumkan oleh pemerintah, agar tidak terjadi perbedaan di antara umat Islam dalam satu negara pada waktu memulai puasa Ramadan dan Idul Fitri. Menurut beliau, pemikiran ini sesuai dengan perintah Allah (QS: al-Nisa’:59) untuk taat kepada pemimpin dalam masalah kebaikan.

Himbauan Syaikh al-Qaradhawi itu juga disuarakan para ulama di seantero dunia Islam. Makanya di negara Arab dan Malaysia tidak pernah terdengar penduduknya berbeda sikap saat memulai puasa Ramadan. Di kita, Fatwa MUI Tahun 2004 juga menegaskan, seluruh umat Islam Indonesia wajib menaati ketetapan pemerintah RI tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.

Seharusnya, Fatwa MUI itu dijadikan pegangan, agar umat Islam di tanah air terlihat bersatu, dan tidak terpecah belah. Wallahu a’lam.

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified