Sudahkah Kita Seutuhnya Merdeka??




    Tidak terasa kita telah memasuki bulan Agustus. Bulan yang istimewa bagi bangsa Indonesia, karena ada satu momen bersejarah yang tak terlupakan bagi Bangsa Indonesia. Yakni peringatan hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, yang diperingati pada tanggal 17 Agustus di setiap tahunnya.

   Nuansa merah putih terasa begitu kental setiap kali memasuki bulan Agustus. Setiap tanggal 17 Agustus rakyat Indonesia melaksanakan upacara penaikan bendera merah putih. Tak hanya itu, beragam permainan rakyat seperti tarik tambang dan panjat pinang diseleggarakan untuk memeriahkan hari peringatan tersebut.
   Sejatinya, peringatan hari kemerdekaan ini bertujuan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa yang telah berjuang hingga tetes darah penghabisan untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia ini. Kita patut bersyukur, atas rahmat, karunia dan kasih sayang Allah dan melalui perjuangan para pahalawan untuk mengusir penjajah, maka kini kita merasakan kehidupan yang tenang dan damai tanpa ada desingan peluru. Namun ada satu pertanyaan yang patut kita pikirkan.

Sudahkah kita seutuhnya merdeka?  Tak heran jika muncul pertanyaan ini. Kita lihat bagaimana kondisi Indonesia saat ini. Jika diibaratkan seperti umur manusia, Negara Indonesia ini tidaklah lagi terbilang muda. Namun pencapaian yang didapatkan masih jauh dari kata memuaskan.

Jika bangsa kita memang sudah merdeka, namun mengapa banyak diantara kita yang masih terbelenggu kemiskinan, dan kebodohan? Sedikit dari kita yang sadar bahwa kita belum sepenuhnya merdeka. Tidak banyak dari kita yang tahu bahwa penjajahan masih terus berlangsung dinegara kita ini. Karena penjajahan ini dilakukan dengan metode yang sangat halus. Bukan senjata, tombak, peluru, tank baja, meriam, bom, atau granat yang musuh sodorkan kepada kita. Bukan bentuk penjajahan yang demikian yang berlangsung di Indonesia sekarang ini. Penjajahan itu kini dilakukan dalam bentuk penjajahan pola pikir, ekonomi, budaya dan beragam aspek lainnya. Penjajahan yang lebih mengerikan dibanding penjajahan fisik, karena kita tak menyadari, bahwa sesungguhnya kita sedang dijajah dan siapa musuh kita sebenarnya.

Hal ini sudah seharusnya kita ketahui, karena Allah telah memperingatkannya jauh sebelumnya, 1400 tahun yang lalu. Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah 120

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ
Artinya :
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Ketetapan seperti itulah yang akan terus terjadi hingga kiamat nanti dan mereka pun, tidak akan pernah berhenti memusuhi kita ummat muslim, sebelum kita mengikuti “Millah” mereka. Millah adalah agama, kebiasaan hidup serta pola pikir. Hal inilah yang dijelaskan dalam Tafsir Fi Dzilalil Qur’an karya Sayyid Quthb. Beliau menjelaskan bahwa ayat ini menjelaskan tentang perkara perang aqidah. Namun, mereka “rubah” menjadi perang ekonomi dan sebagainya.

Lihatlah bagaimana kini, Indonesia sebagai Negara berpenduduk mayoritas muslim, justru dibuat asing oleh agama Islam itu sendiri. Sekuat tenaga, daya dan upaya mereka menjauhkan kita, umat islam dari Al-qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman utama serta Masjid sebagai basis pembinaan, sehingga Para pemudanya lebih bangga hidup ala barat yang jauh dari nilai-nilai islam. Merasa malu dengan identitasnya sebagai muslim. Memilih pakaian mini, dibanding menggunakan pakaian syar’i (menutup aurat). Dan Dibuat terkagum dengan figur artis-artis atau anime sehingga mereka lupa juga buta dari tokoh-tokoh Islam, para tabi’in, para shahabat bahkan Rasulullah Saw.

Tak hanya pola pikir yang diobrak-abrik , ekonomi pun kita masih terjajah. Indonesia adalah Negara yang kaya dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang banyak yakni 237.556.363 jiwa. Negeri kita ini memiliki 13.487 pulau dan juga lautan yang luasnya 3.257.483 km2 dengan segala potensi yang seharusnya mampu kita olah dengan baik sehinggga mampu membuat kita semua hidup makmur. Tapi fakta yang terjadi adalah kemiskinan merajalela karena yang menikmati kekayaan negara kita ini justru pihak asing. Mereka mengeruk habis kekayaan alam yang ada, sebut saja salah satunya PT. freePort yang ada di Papua.



Ketidakmampuan kita mengelola sumber daya alam yang ada menjadi salah satu faktor para pengusaha asing untuk memangsa kita. Mereka membawa bahan baku dari Indonesia dengan harga murah untuk kemudian diolah dan kembali dijual kepada Indonesia dengan harga tinggi. Hingga akhirnya kita yang justru tercekik.

Banyak diantara kita yang menganggap bahwa proklamasi kemerdekaan adalah akhir perjuangan dalam merebut kemerdekaan Indonesia ini. Padahal proklamasi hanyalah gerbang awal dari kemerdekaan. Perjuangan justru baru dimulai sejak kita mendeklarasikan bahwa kita adalah bangsa yang merdeka dari penjajahan. Kita, terkhusus para pemuda adalah ujung tombak Negara yang harus mampu melanjutkan perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan Indonesia secara utuh, merdeka dari segala bentuk penjajahan.
Kemerdekaan bukanlah hal yang dengan mudah kita dapatkan, bukan dengan “mengemis” kepada penjajah. Ribuan bahkan jutaan nyawa harus melayaang untuk menebusnya.

Jika kita ingat lagi bagaimana dahulu penjahahan berlangsung. Kondisi Indonesia sangat menyedihkan. Selama lebih dari 3,5 abad penderitaan dan kesengsaraan dirasakan oleh bangsa Indonesia. Menjadi budak di rumah kita sendiri. Kita kelaparan ditengah lumbung padi yang menggunung. Berbagai kekejaman dilakukan oleh para penjajah demi menyukseskan misinya, yakni penyebaran agama Kristiani. Pengerukan kekayan alam (Gold) dan penguasaan pemerintahan (Glory) ketika itu hanyalah sebagai salah satu metode mereka untuk menggapai misinya yang utama, yakni Gospel (Penyebaran Paham Agama/Kristenisasi).

Penjajahan yang berlangsung begitu lama tersebut menjadi salah satu bukti, betapa kerasnya perjuangan para pahlawan kita. Mereka yang memperjuangan kemerdekaan ketika itu, adalah para pemuda yang beriman. Keimanan kepada Allah yang kuat-lah yang membuat para pejuang Indonesia ketika itu sadar, bahwa kita hanya layak tunduk dan patuh kepada Allah saja, bukan tunduk patuh kepada hawa nafsu manusia, bahwa kita sebagai sesama muslim, sebagai saudara sebangsa tak ingin dipecah belah. Dan tak rela jika para penjajah itu merampas hak serta melakukan penyebaran agama kristiani sebagai tujuan utamanya.

Apa bukti bahwa yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia ketika itu adalah pemuda yang beriman? Bisa kita simak dan saksikan bagaimana bung Tomo menyatukan hati dan semangat “Arek-arek Suroboyo” dengan gema takbirnya untuk melawan tentara sekutu. Jika bukan para pemuda yang beriman, maka tentu bukan takbir yang dikumandangkan. Mereka tak heran dan tak gentar. Karena Allah-lah sebagi satunya pelindung.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Swt. Merah putih memang tela berkibar d ujung tiang tertinggi, tapi cita-cita para pendiri bangsa belum mencapai puncaknya. Tugas kitalah sebagai generasi harapan bangsa yang harus melanjutkannya. Bagaimana ? kita teladani para pahlwan kita terdahulu. Hanya dengan kita bersama Allah-lah yang mampu memenangkan perjuangan ini. Mari kita kembali berpedoman pada Al-qur’an dan hadits, kembali lagi menjadikan masjid sebagai basis kekuatan ummat, kembali lagi memakmurkan masjid.

Dengan keimanan/aqidah yang kokoh, maka pola pikir kita akan terbentuk. Dalam melakukan segala sesuatu dengan berpedoman Al-Qur’an dan Hadits serta memiliki skill seorang pemimpin dan mempunyai akhlaq yang baik.


Yuk, Silaturrahim Bareng FSRMM


Setelah berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan, maka pada 1 Syawal 1435 H yang jatuh pada waktu Magrib di 27 Juli 2014, seluruh umat Islam di Indonesia yang mengikuti keputusan dari hasil sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia berbuka puasa untuk yang terakhir kalinya di bulan Ramadhan tahun ini dan siap merayakan kemenangan dengan penuh rasa syukur dan bertakbir mengagungkan Allah Swt. Esok paginya seluruh umat Islam melaksanakan salat ‘Ied, baik di lapangan maupun di masjid, dan saling berkunjung ke rumah saudara-saudari untuk mempererat silaturrahim.
FSRMM Riau pun turut mengadakan home to home atau halal bi halal, berkunjung ke rumah para asatidz atau guru-guru yang telah membina seluruh anggota FSRMM untuk menjadi pemuda yang memiliki karakter dan berpendirian seperti pemuda ashabul kahfi dan pemimpin yang bagi orang-orang yang bertaqwa. Adapun hari pertama di bulan Syawal kunjungan pertama dilaksanakan ke rumah pembina FSRMM, Ustadz Nazrial, S.Si. Beliau yang telah membina para anggota FSRMM sejak awal terbentuknya lembaga dakwah ini. Beliau yang telah mengarahkan dan membangkitkan semangat para pemuda-pemudi muslim untuk kembali kepada Al Qur-an dan Hadits dengan kegiatan yang berbasis di masjid.
Mulai 2 Syawal 1435 H, kunjungan dilaksanakan ke rumah asatidz FSRMM yang lainnya, seperti Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA. yang merupakan ulama dan pakar Hadits Provinsi Riau, dan guru Hadits FSRMM; Ustadz Dr. H. Musthafa Umar, Lc. MA. yang merupakan ulama dan pakar Tafsir Qur-an Provinsi Riau, dan penasihat FSRMM; Ustadz H. Syamsuddin Muir, Lc. MA. yang merupakan ulama dan pakar Ushul Fiqh Provinsi Riau, dan guru Fiqh FSRMM; Ustadz H. Jamhur Rahmat, Lc. MA. yang merupakan ulama dan pakar Sirah Nabawiyyah, dan guru FSRMM; dan Ustadz H. Masriadi Hasan, Lc. M.Sha yang merupakan ulama Provinsi Riau dan guru FSRMM.
Tidak hanya berkunjung ke rumah asatidz atau para guru yang telah membina anggota FSRMM, kunjungan ke rumah tokoh-tokoh masyarakat yang selama ini turut mendukung kegiatan FSRMM pun juga dilaksanakan untuk semakin mempererat hubungan silaturrahim, seperti KAPOLDA Riau (Brigjen Pol. drs. Condro Kirono, MM. M.Hum), DIRBINMAS POLDA Riau (Kombespol Sugiyono, S.H M.H), POLWAN POLDA Riau (AKP. Hj. Lismiyati), KASI RRI Pro2 (Hayatun Nufus), penyiar IKMI FM (Suhailati), dan Pak Sembiring yang merupakan salah satu jamaah Masjid Muthmainnah POLDA Riau dan warga sekitar kompleks POLDA.
Pada 3 Syawal 1435 H, para anggota FSRMM mengadakan home to home atau halal bi halal ke rumah-rumah anggota FSRMM untuk bersilaturrahim dengan anggota keluarganya. Sehingga ikatan silaturrahim antara anggota FSRMM dengan keluarga masing-masing anggota terjalin erat, karena dukungan orang tua juga dibutuhkan masing-masing anggota agar kinerja dalam berdakwah menegakkan agama Allah ini semakin maksimal ke depannya. Home to home ini diadakan selama 3 hari dengan rayon Kecamatan Bukit Raya, Marpoyan, Pandau Permai, Marpoyan Damai, Panam, Kulim, dan Sukajadi. Semoga dengan adanya kunjungan silaturrahim ini dapat mempererat persaudaraan dan menambah semangat bagi setiap anggota FSRMM dalam berdakwah. Aamiin! (red: fsrmm.com)

Silaturrahim ke rumah Ust. Dr. H. Musthafa Umar, Lc. MA.

Silaturrahim ke rumah Ust. Dr. H. Musthafa Umar, Lc. MA
Foto bersama Ust. Dr. H. Musthafa Umar, Lc. MA
Silaturrahim ke rumah Ust. H. Abdul Somad, Lc. MA
Silaturrahim ke rumah Ust. H. Abdul Somad, Lc. MA
Foto bersama Ust. H. Abdul Somad, Lc. MA.
Silaturrahim ke rumah Ust. H. Masriadi Hasan, Lc. M.Sha.
Silaturrahim ke rumah Ust. H. Masriadi Hasan, Lc. M.Sha.
Foto bersama Ust. H. Masriadi Hasan, Lc. M.Sha.
Silaturrahim ke rumah Ust. H. Masriadi Hasan, Lc. M.Sha.
Silaturrahim ke rumah Ust. H. Syamsuddin Muir, Lc. MA.
Silaturrahim ke rumah Ust. H. Syamsuddin Muir, Lc. MA.
Foto bersama Ust. H. Syamsuddin Muir, Lc. MA.
Silaturrahim ke rumah Ibu Suhailati (penyiar IKMI FM)
Silaturrahim ke rumah Ibu Suhailati (penyiar IKMI FM)
Silaturrahim ke rumah Ibu Hayatun Nufus (KASI RRI Pro2)
Silaturrahim ke rumah Ibu Hayatun Nufus (KASI RRI Pro2)
Silaturrahim ke rumah anggota FSRMM di Pandau Permai
Silaturrahim ke rumah anggota FSRMM diSimpang Tiga
Silaturrahim ke rumah anggota FSRMM di Pasir Putih

Silaturrahim ke rumah anggota FSRMM di Gading Marpoyan
Silaturrahim ke rumah anggota FSRMM di Marpoyan

I'tikaf bersama FSRMM

    Alhamdulillah, acara I'tikaf yang ditaja oleh FSRMM Riau di Masjid Muthmainnah Polda Riau sudah dimulai. Mari kita gunakan waktu di 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan ini untuk ber-I'tikaf di Masjid seperti yang telah Rasulullah SAW contohkan. Mari bersama kita raih Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

    Bagi kamu yang belum berkesempatan hadir, dapat men-download tausiyah yang disampaikan oleh Narasumber di bawah ini :
1. Ust. Jamhur Rahmat, Lc., MA.
2. Ust. Teguh Heriyanto, S.Pi
3. Ust. Abdul Somad, Lc., MA
4. Ust. Diki Gunawan Putra
5. Ust. Reza Lutfi
6. Ust. Eddy Handoko
7. Ust. Masriadi Hasan, Lc., M.Sha
8. Ust. Sebri Kurnia Ali Syahputra
9. Ust. Prasetya Bayu Afrian

Rangkaian Acara I'tikaf di Masjid Muthmainnah :
Talaqi Qur'an bersama Ust. Fadhli Wahyudi
Penyampaian Materi oleh Narasumber
Shalat Tahajud (Qiyamul Lail)
Sahur Bersama

FSRMM TAMPILKAN ULAMA PROVINSI RIAU DAN MUBALIGH FSRMM PADA KEGIATAN I’TIKAF RAMADHAN 1435 H

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, sudah dua hari ini FSRMM Riau menyelenggarakan kegiatan I’tikaf di 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan 1435 H yang bertempatkan di Masjid Muthmainnah POLDA Riau, jalan Kartini belakang Rumah Sakit Bhayangkara-Pekanbaru. Kegiatan I’tikaf ini tepatnya sudah dimulai sejak hari Sabtu, 19 Juli 2014 pukul 02.00 WIB. I’tikaf Ramadhan 1435 H yang ditaja oleh FSRMM Riau diawali dengan talaqqi qur-an yang dipimpin oleh Ustadz Fadhli Wahyudi (Mubaligh FSRMM) dan berlangsung selama 15 menit. Kemudian kegiatan i’tikaf dilanjutkan dengan penyampaian materi keislaman oleh para Ulama Provinsi Riau dan Mubaligh FSRMM dan dilanjutkan dengan mendirikan Qiyamul Lail secara berjamaah sebanyak delapan rakaat, yakni dua rakaat satu salam. Pada pukul 04.00 WIB, rangkaian kegiatan selanjutnya adalah melaksanakan sahur bersama di beranda Masjid Muthmainnah POLDA Riau, dengan membentuk majelis, baik laki-laki maupun perempuan.

Adapun pada hari pertama i’tikaf, materi keislaman disampaikan oleh Ustadz Jamhur Rahmat, Lc. MA., di mana beliau merupakan seorang Ulama sekaligus pakar sirah Provinsi Riau. Dibalut penyampaian materi yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam, Ustadz Jamhur Rahmat, Lc. MA. memaparkan materi seputar I’tikaf dan keutamaan-keutamaannya sebagai pembuka kegiatan i’tikaf di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan 1435 H di Masjid Muthmainnah POLDA Riau ini. Beliau menjelaskan kepada peserta bahwa betapa luar biasanya keutamaan-keutamaan yang didapatkan bagi siapa yang melaksanakan i’tikaf. Selain merupakan salah satu sunnah Rasulullah Saw. yang seharusnya ditegakkan oleh umat Islam, juga merupakan salah satu cara untuk mendapatkan Lailatul Qadr, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Setiap muslimin pasti menginginkan kesempatan mendapatkan malam yang istimewa ini, namun Lailatul Qadr tentu tidak akan bisa didapatkan begitu saja. Butuh usaha berupa amal ibadah yang dilakukan secara terus menerus dan terus meningkat dari hari ke hari diikuti niat yang ikhlas karena Allah ta’ala dan salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan melaksanakan i’tikaf sesuai dengan syarat-syaratnya.

Sementara pada hari kedua kegiatan i'tikaf, materi keislaman disampaikan oleh Ustadz Teguh Heriyanto, S.Pi, yang merupakan salah seorang Mubaligh FSRMM sekaligus Wakil Pembina Bidang Kepengasuhan di FSRMM Riau. Beliau menyampaikan materi tentang penafsiran ayat dari QS. Al A’raf (7) : 204 dengan diawali pembahasan materi secara umum kemudian dilanjutkan dengan pembahasan materi secara khusus. Beliau paparkan berdasarkan penafsiran ayat oleh para Ulama Tafsir Qur-an bahwa betapa Al Qur-an tidaklah cukup bila hanya diperdengarkan saja, baik ketika salat maupun pada saat yang lainnya, akan tetapi kita juga harus memperhatikan apa saja maksud dan makna dari firman-firman Allah tersebut, sehingga kita dapat memahami ayat-ayat Allah Swt. dengan jelas dan mengamalkannya. Hal inilah yang akan membawa perubahan pada diri kita, sehingga Allah akan memberikan rahmat-Nya kepada kita. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Seperti biasanya, usai melaksanakan sahur bersama dan mendirikan salat Subuh secara berjamaah di Masjid Muthmainnah POLDA Riau, Mubaligh atau Mubalighah akan tampil di mimbar untuk menyampaikan tausiyah singkat dalam rangka menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Insya Allah, pada hari Senin, 21 Juli 2014 i'tikaf Ramadhan 1435 H yang ditaja oleh FSRMM Riau akan dipandu oleh Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA., beliau merupakan Ulama dan Pakar Hadits Provinsi Riau.

Talaqqi Qur-an yang dipimpin oleh Ustadz Fadhli Wahyudi (Mubaligh FSRMM)

Penyampaian materi keislaman oleh Ustadz Teguh Heriyanto, S.Pi (Mubaligh FSRMM)
Peserta i'tikaf begitu bersemangat menyimak penyampaian materi keislaman oleh Ust. Teguh Heriyanto, S.Pi

Qiyamul lail yang didirikan secara berjamaah
Makan sahur bersama di beranda Masjid Muthmainnah POLDA Riau

Sedang Berlangsung I'tikaf Ramadhan 1435 H yang Dipandu oleh Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA.

    Senin, 21 Juli 2014—Dini hari ini sudah mencapai hari ke-3 pada 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan 1435 H FSRMM Riau mengadakan kegiatan i’tikaf di Masjid Muthmainnah POLDA Riau, jalan Kartini belakang Rumah Sakit Bhayangkara-Pekanbaru. Rangkaian kegiatan i’tikaf yang sudah dimulai sejak pukul 02.00 WIB tadi dibuka oleh Bayu FSRMM (Mubaligh FSRMM) yang kemudian mempersilahkan kepada Ustadz Fadhli Wahyudi (Mubaligh FSRMM) untuk memimpin talaqqi Qur-an dengan QS. Al Muzzammil (73) : 1-20 selang 15 menit. Memasuki pukul 02.15 WIB, Bayu FSRMM mempersilahkan kepada Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA. (Pakar Hadits Provinsi Riau, dan Penasehat FSRMM Riau) untuk menyampaikan materi keislaman, di mana pada kesempatan kali ini beliau membahas tentang Perjalanan Hidup Manusia. Puluhan peserta i’tikaf tampak begitu fokus memperhatikan penyampaian materi oleh Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA. dengan bantuan proyektor yang telah disediakan oleh panitia.


Talaqqi Qur-an yang dipimpin oleh Ust. Fadhli Wahyudi (Mubaligh FSRMM)


Talaqqi Qur-an yang dipimpin oleh Ust. Fadhli Wahyudi (Mubaligh FSRMM)


Penyampaian materi keislaman oleh Ust. H. Abdul Somad, Lc. MA.


Penyampaian materi keislaman oleh Ust. H. Abdul Somad, Lc. MA.


Peserta i'tikaf tampak begitu bersemangat memperhatikan penyampaian materi oleh Al Ustadz


Peserta i'tikaf tampak begitu bersemangat memperhatikan penyampaian materi oleh Al Ustadz

Hadirilah Acara I'tikaf 10 Malam Terakhir Ramadhan bersama FSRMM


FSRMM Riau mempersembahkan:

HADIRILAH DAN AJAK YANG LAIN!!
I'TIKAF 10 MALAM TERAKHIR RAMADHAN

Menghadirkan Narasumber:
Ustadz H. Jamhur Rahmat, Lc. MA. (19 Juli 2014)
Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA. (21 Juli 2014)
Ustadz H. Syamsuddin Muir, Lc. MA. (23 Juli 2014)
Ustadz H. Masriadi Hasan, Lc. M.Sha  (25 Juli 2014)
serta Mubaligh dari FSRMM Riau

Bertempatkan di:
Masjid Muthmainnah Polda Riau, jalan Kartini
Belakang Rumah Sakit Bhayangkara

Untuk info lebih lanjut hubungi:
Putra: 0812-7025-8845
Putri: 0896-2074-6616

FSRMM Gelar BAKSOS di Bulan Ramadhan 1435 H

Dalam rangka beramal dan bersilaturrahim kepada sesama umat Islam, FSRMM Riau menaja kegiatan Bakti Sosial yang diadakan pada Kamis, 17 Juli 2014 atau bertepatan dengan 19 Ramadhan 1435 H. Kegiatan ini diadakan di Panti Asuhan Ilham yang terletak di Jalan Unggas, Simpang Tiga dan mengundang salah seorang jamaah Masjid Muthmainnah POLDA Riau, AKP Hj. Lismiyati.
Alhamdulillah, kehadiran anggota FSRMM disambut hangat oleh para pengasuh dan anak-anak yatim di panti asuhan tersebut. Para anggota FSRMM pun berbaur di tengah-tengah pengasuh dan anak-anak yatim untuk menjalin silaturrahim dan berbagi cerita. Acara kemudian dibuka oleh Diki FSRMM selaku juru bicara untuk memperkenalkan lembaga dakwah FSRMM Riau dan menyampaikan tujuan kehadiran FSRMM ke panti asuhan tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian sembako secara simbolis yang diwakili oleh Diki FSRMM, Meutya FSRMM (Mubalighah FSRMM), dan AKP Hj. Lismiyati.
Sedekah yang diberikan kepada Panti Asuhan Ilham ini telah dipublikasikan kepada masyarakat dan dikumpul sejak awal bulan Ramadhan. Sedekah yang diberikan bisa dalam bentuk uang maupun sembako. Usai acara, FSRMM dan anak-anak yatim serta para pengasuh di Panti Asuhan Ilham bersalam-salaman dan berfoto bersama. Senyuman keceriaan yang tersungging menghiasi wajah mereka seakan menambah semangat bagi para anggota FSRMM untuk terus beramal dan berbagi kebahagiaan kepada anak yatim lainnya. Semoga Allah Swt. memudahkan langkah anak-anak yatim tersebut ke depannya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Kegiatan BAKSOS yang dibuka oleh Diki FSRMM
Perkenalan FSRMM kepada pengasuh dan anak-anak yatim Panti Asuhan Ilham
Pemberian sembako secara simbolis oleh Diki FSRMM

Pemberian sembako secara simbolis oleh Meutya FSRMM
Pemberian sembako secara simbolis oleh AKP. Hj. Lismiyati
Khidmatnya do'a yang dipandu oleh salah seorang anak yatim dari Panti Asuhan Ilham
Salam-salaman antara anggoat FSRMM dan anak-anak yatim
Salam-salaman antara anggoat FSRMM dan anak-anak yatim
Foto bersama di depan Panti Asuhan Ilham

Foto bersama di depan Panti Asuhan Ilham

Bazaar Ta'jil FSRMM Riau

Masih ingat dengan istilah bazaar ta’jil? Ya, bazaar yang selalu ada dalam jumlah yang besar di beberapa tempat setiap bulan suci Ramadhan tiba. Setiap menjelang azan Magrib di bulan suci Ramadhan, bazaar ini selalu dipenuhi oleh muslimin dan muslimat yang hendak berbuka puasa. FSRMM Riau juga mengadakan bazaar ta’jil sebagai salah satu fasilitas pelatihan tijaroh/kewirausahaan bagi para anggota dari FSRMM Riau sebagai bagian dari pembinaan dan program rutin dari Divisi Kewirausahaan dan Inventaris.

Bazaar ta’jil FSRMM ini telah digelar sejak awal Ramadhan 1435 H, tepatnya pada hari Senin, 30 Juni 2014, di Jalan Kartini, depan Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru. Puluhan pemuda-pemudi FSRMM yang begitu bersemangat untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan tijaroh ini secara bergantian mendapatkan jadwal menjaga bazaar seperti yang telah ditetapkan oleh penanggung jawab bazaar ta’jil, baik untuk yang ikhwan/laki-laki maupun yang akhwat/perempuan. Bazaar ta’jil ini digelar setiap tiga kali seminggu selama tiga minggu, yakni pada hari Senin, Rabu, dan Jumat, dan mulai dibuka sejak ba’da kultum Asar yang disampaikan oleh Mubaligh dan Mubalighah FSRMM.

Sangat banyak variasi menu ta’jil yang disediakan oleh pemuda-pemudi FSRMM, seperti kurma, gorengan, onde-onde, mi goreng, sop buah, dan menu lainnya yang menjadi pilihan favorit masyarakat Pekanbaru pada umumnya. Harga yang ditetapkan pun cukup terjangkau.  Variasi ta’jil-an ini merupakan hasil cipta rasa oleh beberapa orang tua dari anggota FSRMM dan dari link FSRMM itu sendiri. Bazaar ini insya Allah akan berakhir pada hari Jumat, 18 Juli 2014 dan dilanjutkan dengan agenda Ramadhan 1435 H lainnya yang ditaja oleh FSRMM, yakni I’tikaf yang dimulai pada hari Sabtu, 19 Juli 2014 selama 10 hari yang bertempatkan di Masjid Muthmainnah POLDA Riau.

Yuk, cicipi nikmatnya bazaar ta'jil FSRMM! (red: fsrmm.com)


TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified