>
  • FSRMM StoreUnit usaha Online FSRMM. Visit: www.fsrmmstore.com
  • MAJELIS ILMUKegiatan Mingguan yang wajib diikuti Anggota FSRMM
  • MAJELIS ILMUKegiatan Mingguan yang wajib diikuti Anggota FSRMM
  • Tracking (3)Melintasi alam sembari melihat kebesaran Allah. Program tahunan FSRMM
  • outbondSalah satu program fsrmm dalam pembinaan fisik & kesamaptaan
  • kultum2Program Rutin FSRMM, Kultum selepas Sholat Berjemaah
  • Qiyam 2Salah Satu Agenda Rutin FSRMM dalam Peningkatan Keimanan
  • Qiyam 3Salah Satu Agenda Rutin FSRMM dalam Peningkatan Keimanan
  • qiyamSalah Satu Agenda Rutin FSRMM dalam Peningkatan Keimanan
  • RadioFSRMM sudah mengisi acara di RRI PRO 2, Susqa FM, dan An-nur FM
  • BaksosSalah Satu Aksi Nyata, Kegiatan FSRMM terjun ke Masyarakat
  • full screen sliderSalah satu program FSRMM, Divisi Kreativitas dan Seni Islam
  • Majelis QuranSalah Satu Agenda Rutin FSRMM dalam Peningkatan Keimanan

Tabligh Akbar Spesial Ramadhan 1436 H: Mungkin Ini (Ramadhan) yang Terakhir


Assalamu'alaikum. Bapak/Ibu, Saudara/i hadirilah
TABLIGH AKBAR!

Dalam rangka memaksimalkan ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1436 H,

"RAMADHAN 1436 H: MUNGKIN INI YANG TERAKHIR"


Narasumber: 
Ustadz Abdul Somad, Lc.MA. (Pakar Syarah Hadits Provinsi Riau dan Penasihat FSRMM)

Hari, Tanggal: Ahad, 5 Juli 2015 / 18 Ramadhan 1436 H
Waktu: 09.00 WIB s/d Selesai 
Tempat: Masjid Muthmainnah POLDA Riau (Belakang RS Bhayangkara)

Acara ini terbuka untuk Umum
More info:
0852 72878895
0852 78278897

(red: fsrmm.com)

Thorn in the Flesh

Oleh: Meutya Safitri, A.Md.Keb. (Mentor Bidang HUMAS dan Ukhuwah FSRMM)


Have you ever meet someone that facing you with his smile "purely" from heart, but he's talking back behind you? Well, whoever meets this person just leave them behind. Don't take they words too much. Whether it's bothering you, just forget about it.

Someone like that would only become thorn in someone's flesh.

Leave them alone and live the life well with people that respect you. (red: fsrmm.com)

Marhaban, ya Ramadhan


Alhamdulillaah wa syukurillaah
Kita telah berada di bulan yang penuh rahmat dan ampunan dari Allaah subhaanahu wa ta'aala.

Keluarga besar FSRMM mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan 1436 H.
Semoga di akhir bulan yang penuh berkah ini, kita termasuk ke dalam golongan orang-orang bertakwa, sebagaimana dalam firman Allaah 'azza wa jalla,


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah [2]: 183)

Aamiin ya Rabbal 'aalamiin
(red: fsrmm.com)


Tadabbur Ayat Qur-an tentang Peristiwa Isra' Mi'raj Rasulullah Saw.

Oleh: Noni Andini (Wakil Ketua FSRMM)



سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.(QS. Al-Israa` [17]: 1)

Surah Al-Isra’ ini termasuk kedalam surah Makkiyah. Pada ayat pertama dari surah ini menjelaskan tentang bagaimana peristiwa Isra’ dari Nabi Muhammad shalallaahu 'alaihi wa sallam yang mana peristiwa ini terjadi pada masa ke-10 kenabian yang dikenal dengan tahun duka cita.

Kata pertama dari ayat ini sungguh penuh dengan pujian kepada Allaah subhaanahu wa ta'aala yakni “سُبْحَانَ” sebuah pertanyaan yang muncul, kenapa ayat ini dimulai dengan kata “Subhaana”? di dalam Tafsir Ibnu Katsir tulisan dari Imam Ibnu Katsir dijelaskan bahwasanya ingin menggambarkan betapa sucinya Allaah Swt. sehingga tidak ada satupun yang dapat menyaingi-Nya, tak ada yang bisa menandingi-Nya, Dialah dzat Maha Agung dan Maha Kuasa. Kata ini menempatkan derajat Allaah Swt. pada posisi tertinggi dan paling mulia. Pada masa jahiliyyah, kaum kafir Quraisy memperlihatkan kemusyrikkannya dengan menyamakan Allaah Swt. dengan makhluk-Nya dan ciptaan-Nya, seperti matahari, api, dan sebagainya, pula menyamakan Allaah Swt. dengan benda mati yang dibuat oleh hasil tangan mereka sendiri seperti berhala, yang semua itu mereka jadikan sebagai sesembahan mereka. Sedemikian rupa orang-orang kafir Quraisy berusaha untuk mengotori kesucian Allaah Swt. dengan segala bentuk kesyirikan, tetapi kata pertama dari ayat ini telah membantah dengan sangat tegas Allaah Swt. tetap Dzat yang Maha Suci, tidak akan pernah terkotori apalagi terpengaruh, atau bahkan kesucian Dzat-Nya dengan perbuatan apapun dari mereka.

Betapa pentingnya ayat ini dimulai dengan kata “Subhaana” yakni untuk menafikan sifat-sifat Allaah Swt. yang dibuat kurang oleh manusia, sejatinya tidak ada yang mustahil bagi Allaah Swt. Sebab, segala sesuatu adalah mungkin bagi Allaah Swt. bisa terjadi kapanpun sesuai kehendak-Nya. Karena pada ayat ini setelah kata “Subhaana” terjadi peristiwa yang akan sulit diterima oleh logika manusia, terlebih kaum kafir Quraisy saat itu. Setiap makhluk memiliki keterbatasan, bagaimana mungkin ia bisa berpindah tempat dalam waktu yang sekejap? Tampak begitu jelas di sinilah letak kekuasaan Allaah Swt. bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi sesuai sebagaimana yang Allaah Swt. tetapkan.

Selanjutnya ayat ini disambung dengan kata “ أَسْرَ”, didalam Tafsir Fi Zhilalil Qur-an karya Sayyid Qutbh dijelaskan bahwa kata “asraa” termasuk kepada kata kerja yang menunjukkan suatu aktivitas perjalanan pada malam hari. Dalam kaidah bahasa arab kata “asraa” yakni fi’il madhi yang menandakan bahwa Rasulullah Saw. diperjalankan oleh Allaah Swt. sejatinya kata “asraa” sudah mewakili keterangan waktu yang terkandung di dalamnya, tidak perlu lagi ada tambahan penjelasan tentang keterangan waktu. Akan tetapi secara tekstual, di dalam ayat ini ada kata “لَيْلا” yang artinya pada malam hari. Kenapa diulang kembali makna malam hari ini? Untuk menyoroti singkatnya waktu malam, sedikitnya waktu tersebut sehingga tak banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Begitu pula suasana malam yang teduh, sunyi, sejuk, dan penuh kekhusyukan. Sehingga suasana ini cocok untuk Nabi Muhammad Saw. yang sedang bersedih hati karena ditinggal wafat oleh pamannya Abu Thalib yang senantiasa membelanya. Tidak hanya itu, yang menambah kesedihannya ialah pamannya wafat tidak dalam keadaan mengesakan Allaah Swt. Tak lama setelah itu, istri tercinta beliau yakni Khadijah radhiyallaahu 'anha wafat, meninggalkan kesedihan yang mendalam karena betapa pentingnya sosok bunda Khadijah dalam mendampingi, menyokong, menghibur, dan mengokohkan dakwah Rasulullah Saw. belum lagi dakwah beliau di Thaif yang ditolak mentah-mentah bahkan hingga dicaci maki dan dikejar-kejar penduduk Thaif sambil dilempari batu. Di sinilah Allaah Swt. menghibur hamba-Nya sang penyampai kebenaran di muka bumi ini agar tidak bersedih hati, betapa luasnya ciptaan Allaah Swt. Dengan segala keindahan yang bisa menyejukkan dan membesarkan hati Rasulullah Saw. bahwa perjuangan harus tetap dilanjutkan.

Ditambahkan pula dengan kata “ بِعَبْدِهِ” yang artinya hamba-Nya, di dalam Tafsir Al-azhar tulisan Prof. Hamka menerangkan bahwa kata ini mempertegas kesucian Allaah Swt. Dia yang telah memperjalankan hamba-Nya. Menyebutkan Nabi Muhammad adalah hamba Allaah Swt. yang boleh diperbuat-Nya menurut apa yang dikehendaki-Nya.



Kata berikutnya dari ayat ini “مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى” lebih lanjut lagi dipaparkan didalam tafsir Fi Zhilalil Qur-an, bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj merupakan perjalanan “wisata” Rasulullah Saw. dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang segala sesuatunya telah diperhitungkan oleh Allaah Swt. yang Maha Teliti dan Maha Pandai sesuai dengan kehendak-Nya. Timbul sebuah pertanyaan, kenapa dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha? Karena Masjidil Aqsha awalnya adalah kiblat umat Islam sebelum dipindahkan ke Masjidil Haram. Inilah tujuan penting dari perjalanan yang luar biasa ini, bahwa Allaah Swt. ingin mendeklarasikan Nabi Muhammad Saw. adalah Nabi Allah yang terakhir dan penutup dari Nabi-nabi terdahulu yang telah disebutkan pada kitab-kitab sebelumnya. Di wilayah Masjidil Aqsha ini Allaah Swt. telah mengutus Nabi-nabi sebelum Baginda Muhammad Saw. agar menyampaikan kebenaran, mengerjakan segala perintah, dan meninggalkan segala larangan Allaah Swt. serta menyampaikan bahwa Muhammad Saw. adalah Nabi akhir zaman. Ketika Nabi Muhammad Saw. dideklarasikan sebagai Nabi terakhir maka ini menyatakan bahwa syariat Nabi terdahulu telah gugur dan telah disempurnakan oleh syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. yakni agama Islam dengan Al-Qur-an sebagai kitab yang wajib kita imani.

Beranjak kepada kalimat berikutnya dari surah Al-Isra’ ayat ke-1 ini yakni “الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ” artinya yang telah Kami berkahi di sekelilingnya. Di dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan pula tumbuh berbagai tanaman dan buah-buahan. Di tempat inilah Allaah Swt. memberikan banyak rahmat-Nya; Allaah Swt. Mengutus banyak Rasul dan Nabi yang berdakwah di tempat ini. Karena ketika diutus Rasul dan Nabi, maka akan tertahanlah azab dari Allaah Swt. kepada kaum kufur di sana, maka wajar begitu diberkahinya tempat ini. Belum lagi tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang terkandung penuh manfaat dan khasiat tumbuh di sana, seperti buah zaitun, kurma, tin, dan lain-lain. Ayat ini menunjukkan betapa Maha Pengasih dan Penyayangnya Allaah Swt. kepada hamba-Nya.

Lalu kata yang begitu menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allaah Swt. ialah “مِنْ آيَاتِنَا”, betapa perjalanan Isra’ dan Mi’raj ini hanyalah sebagian kecil dari tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allaah Swt. Di antara penciptaan langit dan bumi, penciptaan manusia, hari kiamat, dan masih banyak lagi nikmat dan kekuasaan yang Allaah tampakkan, bila kita mau untuk "membaca" secara keseluruhan dari penciptaan Allaah Swt. terhadap alam semesta ini.



Ayat ini ditutup dengan sebuah penegasan “إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ” bermakna sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. Peristiwa Isra’ Mi’raj ini juga merupakan ujian untuk Rasulullah Saw. terhadap umatnya, reaksi apa yang akan diberikan umatnya ketika Rasulullah Saw. menceritakan perjalanannya yang menakjubkan ini? Akankah mereka yang beriman akan semakin taat atau memilih murtad? Bagi mereka yang kafir apakah akan semakin mencela dan mencemooh Nabi Muhammad Saw. atau sebaliknya tergerak hatinya untuk masuk ke dalam Islam? Sungguh, mereka telah lupa setiap perbuatan yang mereka lakukan itu sedang disaksikan dan didengar oleh Allaah Swt. dan mereka akan menerima ganjaran sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.

Maka, masihkah ragu dengan agama ini? Masih tidak ingin masuk ke dalamnya secara kaaffah? Allaah Swt. telah membuktikan betapa kuasa-Nya melingkupi alam semesta ini. Semestinya setiap insan bertambah tunduk dan patuh terhadap aturan-Nya dalam kehidupan ini. Senantiasa memupuk keimanan demi menggapai rida-Nya dan menjemput surga-Nya. Aamiin..

Wallaahu’alam bisshowwab. (red: fsrmm.com)

Mau dengar siroh dari peristiwa Isra' Miraj? Langsung saja klick di sini

My Friends, Love is...

Oleh: Meutya Safitri, A.Md.Keb. (Mentor Bidang HUMAS dan Ukhuwah FSRMM)



Do you know what love is?
Is love that having a boyfriend or girlfriend?
Is love just take care to our parents?
Is love just caring what benefit us only?

Love is something we have to protect 'cause Allaah give it to us purely without a single stain.

Love is when you have to hate someone's bad deeds 'cause of Allaah only...
Love is when you have to fully love your parents, your families, your husband, your wife, your children 'cause of Allaah only...

Love is doing everything 'cause of Allaah ONLY!

Do not contaminate your love by stepping Syaithan's way and remember...

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا
Nor come nigh to adultery: for it is a shameful (deed) and an evil, opening the road (to other evils).(QS. Al-Israa` [17]: 32)

Hadiri Kegiatan yang Bermanfaat Ini!



HADIRILAH!
TABLIGH AKBAR & PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA
ACARA PUNCAK KEGIATAN PERINGATAN ISRA' MI'RAJ 1436 H MASJID RAYA
Penceramah:
al-Ustadz Abdul Somad, Lc. MA, حفظه الله
Hari dan Tanggal:
Kamis, 26 Rajab1436 M/ 14 Mei 2015 M
Waktu:
19:30 WIB (Isya Berjamaah)
Tempat:
Masjid Raya "Masjid Tertua Pekanbaru"


Contact Person:
Ikhwan: 0822-8586-1502
Akhwat: 0852-7199-8594

Acara ini ditaja oleh:
Forum Pemuda Masjid Raya Pekanbaru (FODAMARA)

Alhamdulillah, Radio Mini FSRMM Telah Mengudara!

Alhamdulillah... Telah mengudara Radio FSRMM FM di 99.9 Mhz (Status percobaan). Untuk saat ini dapat disimak di sekitar Jalan Kartini, Jalan Borobudur, Jalan Pawon, Jalan Diponegoro dan Jalan Gajah Mada. Alhamdulillah. Mohon doanya agar radio ini bisa bermanfaat bagi umat Islam. (red: fsrmm.com)

(Ustadz Diki Gunawan Putra dan Ustadz Sebri Kurnia Ali Syahputra sedang membawakan program Salam-salam)

(Ustadz Diki dan Ustadz Sebri sedang berbincang dengan para pendengar yang bergabung Via Telepon)


(FOTO: DOKUMENTASI FSRMM.com)


Translate this Site

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified