>
  • FSRMM StoreUnit usaha Online FSRMM. Visit: www.fsrmmstore.com
  • MAJELIS ILMUKegiatan Mingguan yang wajib diikuti Anggota FSRMM
  • MAJELIS ILMUKegiatan Mingguan yang wajib diikuti Anggota FSRMM
  • Tracking (3)Melintasi alam sembari melihat kebesaran Allah. Program tahunan FSRMM
  • outbondSalah satu program fsrmm dalam pembinaan fisik & kesamaptaan
  • kultum2Program Rutin FSRMM, Kultum selepas Sholat Berjemaah
  • Qiyam 2Salah Satu Agenda Rutin FSRMM dalam Peningkatan Keimanan
  • Qiyam 3Salah Satu Agenda Rutin FSRMM dalam Peningkatan Keimanan
  • qiyamSalah Satu Agenda Rutin FSRMM dalam Peningkatan Keimanan
  • RadioFSRMM sudah mengisi acara di RRI PRO 2, Susqa FM, dan An-nur FM
  • BaksosSalah Satu Aksi Nyata, Kegiatan FSRMM terjun ke Masyarakat
  • full screen sliderSalah satu program FSRMM, Divisi Kreativitas dan Seni Islam
  • Majelis QuranSalah Satu Agenda Rutin FSRMM dalam Peningkatan Keimanan

Keep Together in the Right Way


Keep together, keep in touch...

Do you know that togetherness can make everything seems easier?
When we failed in doing something, our brothers and sisters were gonna help us right away. It is like "bersatu kita utuh, bercerai kita runtuh" in Indonesian...

Whether you think that one person can move a mountain, well it might be can, but do you remember about Prophet Musa (peace be upon him)? 

If we can live the life alone, then why Musa PBUH asked for a friend  to Allaah 'azza wa jalla to accompany him facing the Fir'aun? He is the Messenger of Allaah, that he could ask anything to shut down the Fir'aun, but in that case, he ASKED for a FRIEND... 

Then Allaah Swt. gave him Harun 'alaihissalaam.

Alhamdulillaah that we have so many friends that can bring us to right path to reach Allaah's Jannah... Don't ever ignore your brothers and sisters' advice to you. (red: fsrmm.com)

Dear Our Parents...



It is a lovely thing seeing our children follow the nashihah of their teacher(s). As the parents, we have to leave them off to go to school with the good environmental. 

What kind of enviromental?
The teachers have to follow Quran in teaching the pupils.
The people in the school have to know what Rasul Saw. did to show that we are truthful mukmin,

Most parents nowadays never think about that much. They just think  that leaving their children in the school is more than enough to make them be a salih/salihah person, moreover, the children could earn much money in the future whether they go to "best" school.

It is good to have our children get the best teaching for their own goodness, but it is the obligation of the parents to teach them first well in the house; the first environment that kids knew.
Well, dear our parents, please, together we can make a better life by teaching the kids well according to Rasulullah's methods. In syaa Allaah. Wallaahu a'lam bish-shawaab. (red: fsrmm.com)

Oknum Aparat Keamanan yang Menistakan Agama



Umat Islam digemparkan oleh sebuah kasus penistaan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh oknum aparat keamanan yang sebagian besar adalah muslim. Kasus penistaan agama ini dilakukan pada November lalu di musala salah satu stasiun radio di Pekanbaru. Oknum aparat keamanan tersebut berusaha mengamankan mahasiswa-mahasiswa—yang ingin menyuarakan aspirasi rakyat, tanpa melepaskan sepatu atau alas kakinya tatkala masuk ke dalam tempat yang mulia tersebut. Hal ini terjadi tidak sekali ini saja, di salah satu masjid yang berada di kawasan asrama aparat keamanan sering dijumpai oknum-oknum polisi yang tidak mau melepaskan sepatunya ketika memasuki masjid. Teguran demi teguran pun sudah dilontarkan oleh jamaah masjid, namun tidak diindahkan. 

Penghinaan terhadap masjid dan musala tidak hanya terjadi dalam kasus-kasus ini saja, akan tetapi dapat kita temukan dalam bentuk lain, seperti menjadikan masjid sebagai tempat pembuangan kotoran, baik buang air besar maupun buang air kecilKetika sedang dalam perjalanan lalu ingin buang air besar atau buang air kecil, kebanyakan dari kita berpikiran untuk pergi ke masjid dan musala terdekat. Setelah selesai membuang hajat, lalu pergi meninggalkan rumah ibadah tersebut. Jika memang hal yang demikian adalah wajar, mengapa sebaliknya kita tak mencari gereja atau pura sebagai tempat singgah untuk membuang hajat?

Mengapa kita justru merasa biasa saja menghinakan masjid seperti ini, di rumah Allah, di tempat paling mulia? Betapa Allah murka kepada orang-orang yang seperti ini. Apakah kita merasa bahwa jabatan, kedudukan, harta, maupun fisik yang mereka miliki mampu menandingi keagungan Allah Swt. dan kemuliaan rumah-Nya?

Di muka bumi ini, masjid-lah tempat yang paling Allah muliakan sehingga sangat banyak keutamaan-keutamaan yang akan didapatkan bagi hamba-Nya yang senantiasa memuliakan dan memakmurkan masjid. Bagaimana caranya? Yakni dengan melakukan berbagai kegiatan kebaikan dalam rangka mencari ridho Allah dan menjaga adab-adab selama berada di dalam masjid. Kita tidak hanya dapat mendirikan salat saja, membaca Al-Qur-an saja, dan mengkaji Al-Qur-an saja di dalam masjid, akan juga dapat belajar untuk memperdalam ilmu, mengadakan pelatihan yang bermanfaat, musyawarah atau rapat untuk menyelesaikan problema ummat, dan kegiatan bermanfaat lainnya. Akan sangat berbeda ketika kita belajar di kelas, mengadakan rapat di hotel, mengadakan pelatihan di ballroom, daripada melaksanakannya di masjid. Karena ketika kita melaksanakan segala kegiatan yang bermanfaat dan dalam rangka kebaikan di jalan Allah Swt. di dalam masjid, maka akan ada mendapat rahmat dari Allaah Swt. Selama di dalam masjid kita juga akan berusaha menjaga diri dari kemaksiatan, seperti debat kusir, niat yang buruk, dan kemaksiatan lainnya. 

Di dalam Al-Qur-an surah At-Taubah ayat 18, Allah berfirman,

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

            Allah telah mengatakan bahwa hanya orang-orang berimanlah yang mampu memakmurkan masjid. Mengapa Allah katakan demikian? Karena memang hanya orang-orang beriman yang senantiasa melaksanakan segala perintah Allah tanpa mempertanyakan apa yang akan ia dapatkan, salah satunya dalam memakmurkan masjid. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menunjukkan identitas kemusliman kita dengan memuliakan masjid, salah satunya menjaga adab di masjid.
Wallahu a’lam bish-shawab. (red: fsrmm.com)

Foto Bersama FSRMM Riau dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat


Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin, dengan izin Allah Swt. FSRMM Riau mendapat banyak dukungan dari alim ulama, pemimpin masyarakat, cendikiawan, dan tokoh masyarakat lainnya, dalam membina generasi muda muslim dengan Al-Qur-an dan Hadits untuk membentuk karakter pemimpin yang bertaqwa.
Berikut hasil dokumentasi FSRMM Riau bersama alim ulama, pemimpin masyarakat, cendikiawan, dan tokoh masyarakat lainnya.

Foto bersama Ustadz Nazrial, S.Si (Pembina FSRMM Riau)

Foto bersama Ustadz Abdul Somad, Lc. MA. (Penasehat FSRMM Riau)

Foto bersama Ustadz Syamsuddin Muir, Lc. MA. (Guru Ushul Fiqh FSRMM Riau)

Foto bersama Ustadz Masriadi Hasan, Lc. M.Sha (Guru Fiqh FSRMM Riau)

Foto bersama Ustadz Dzikrullah Pramoedya (Guru FSRMM Riau)

Foto bersama Ustadz Dzikrullah Pramoedya (Guru FSRMM Riau)

Foto bersama Ummi Syamsidar (Istri Ustadz Syamsuddin Muir, Lc. MA.)

Foto bersama Ummi Sukmawati (Istri Ustadz Masriadi Hasan, Lc. M.Sha)


Foto bersama Ibu AKP. Lismiyati (Jamaah Masjid Muthmainnah)

Foto bersama Ibu AKP. Lismiyati (Jamaah Masjid Muthmainnah)

Foto bersama Bapak Firdaus, S.T., M.T. (Walikota Pekanbaru)

Foto bersama Irjen(Pol) Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum (Korlantas POLRI)

Foto bersama Korlantas POLRI dan AKBP Muhammad Yunus, S.Psi., M.Si (Pelindung FSRMM Riau)

Foto bersama Korlantas POLRI dan AKBP Muhammad Yunus, S.Psi., M.Si (Pelindung FSRMM Riau)

Foto bersama Kombespol Dr. Sugiyono, S.H., M.H. (Dir Binmas POLDA Riau)

Foto bersama Kombespol Dr. Sugiyono, S.H., M.H. (Dir Binmas POLDA Riau)

Foto bersama Bapak Brigjen(Pol) Dolly Bambang Hermawan (KAPOLDA Riau)


Foto bersama Drs. H. Herman Abdullah, M.M (Mantan Walikota Pekanbaru)

Foto bersama Kemenag dan Remaja Masjid se-Provinsi Riau

Foto bersama Kemenag dan Remaja Masjid se-Provinsi Riau


Dua Larangan Allah Swt.


Oleh: Elsa Lestari (Koordinator Akhwat FSRMM) 
Allah Swt. menciptakan manusia dengan memiliki akal dan hawa nafsu. Allah pun telah menjelaskan segala perintah dan larangan-Nya agar manusia menggunakan akal dan keinginannya untuk selalu beribadah kepada Allah Swt. Allah menunjukkan mana yang haq dan yang bathil, yang halal dan yang haram. Namun tentu dalam menjalani kehidupan, manusia tidaklah selalu berada dalam ketaatan kepada Allah Swt. Karena Allah pun menciptakan syaithan di mana mereka akan selalu berusaha mengajak manusia untuk berpaling dari Allah. Maka manusia yang beriman, berakal dan dapat mengendalikan hawa nafsunya, menyadari bahwa dirinya harus selalu berusaha menjauhkan dirinya dari larangan-larangan Allah. Karena sudah pasti akan ada hari di mana setelah dunia ini berakhir, manusia akan mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang dilakukannya selama hidup di dunia.

Sebagaimana Allah Swt. berfirman dalam Qur-an surah Fathir ayat 5,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syeitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah”

Ayat ini diawali يَا أَيُّهَا النَّاس dengan “Hai Manusia” yang bermakna bahwa manusia dalam hal kehidupan sosial yang berarti seluruh manusia, Allah menyeru kepada seluruh manusia. Ketika Allah Swt. menyeru atau memberitahukan sesuatu, maka ada suatu hal penting yang harus kita perhatikan, di mana hal ini adalah untuk kebaikan kita sendiri. Apa yang Allah sampaikan? Yakni berupa peringatan إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ  “Sesungguhnya janji Allah itu benar”.

Apa janji Allah itu? Yaitu hari kembali (kiamat) pasti terjadi. Dalam tafsir Fizhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb dijelaskan bahwa hari kiamat ini pasti tiba dan tiada keraguan padanya. Ia pasti terjadi tanpa berubah sedikitpun. Kebenaran itu tidak akan mungkin hilang, dibatalkan, disia-siakan atau diselewengkan. Karena ini adalah kuasa dari Allah yang tiada satupun makhluk Allah yang dapat menghindarinya.

Kiamat adalah suatu peristiwa terbesar yang pasti akan terjadi. Sangat banyak ayat-ayat Al-Qur-an yang menceritakan tentang kiamat. Salah satunya dalam Qur-an surah Al-Waqi’ah yang memiliki arti Hari Kiamat. Ketika bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya. Tentu tak satupun yang dapat menghindar dari peristiwa tersebut, termasuk manusia. Kemanakah kita akan bersembunyi? Tentu tidak ada. Pada hari itu satu golongan direndahkan dan golongan yang lain ditinggikan derajatnya oleh Allah Swt. Siapakah orang-orang yang ditinggikan itu? Pastilah orang-orang yang beriman kepada Allah Swt., mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sebaliknya, orang-orang yang direndahkan yaitu orang-orang yang senantiasa mengingkari perintah Allah dan menjalankan sesuatu yang dilarang oleh Allah Swt. Sudah sangat jelas bagImana kejadian pada hari kiamat kelak. Maka tentulah manusia selalu ingin berada pada ketaatan kepada Allah Swt agar dihari kiamat (hari akhir) kelak termasuk orang-orang yang ditinggikan derajatnya di sisi Allah Swt.

Namun kehidupan dunia itu menipu dan menjebak. Kehidupan ini penuh ujian dan cobaan. Ujian yang Allah berikan adalah untuk menentukan pantas atau tidaknya seorang hamba mendapatkan kemuliaan di sisi Allah Swt.

Namun, Maha suci Allah yang Maha pengasih dan Penyayang, Allah tidak membiarkan begitu saja hamba-Nya, Allah beri peringatan agar manusia tersebut tetap berada pada ketaatan kepada Allah, senantiasa berhati-hati dalam menjalankan kehidupan ini, dan tidak terlena dengan kenikmatan dunia.

Larangan Allah yang pertama ialah,

Allah Swt. memperingatkan الدُّنْيَا فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ  “sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu”. Memperdayakan bermakna kita dibuat lupa kepada suatu hal dari suatu hal yang lain. Dalam hal ini manusia dibuat lupa akan hari akhirat, hanya disibukkan dengan urusan dunia sehingga ia lupa untuk mempersiapkan dirinya menghadapi akhirat tersebut. “Janganlah sekali-kali” maka jangan kita beri kesempatan hal ini terjadi kepada diri kita. Sebagai contoh, orang-orang yang telah terperdaya akan dunia dari harta yang ia dapatkan dari hasil korupsi, ia tidak akan pernah puas dan akan selalu berusaha melakukannya, ia telah diperdaya akan harta itu, ia tak lagi ingat bahwa yang ia lakukan adalah sesuatu yang dilarang oleh Allah swt. Dan tentu masih  banyak contoh lainnya dalam kehidupan kita ini.

Larangan Allah yang kedua yakni,

Lalu yang kedua وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ dan sekali-kali janganlah syaithan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah” . Inilah tugas syaithan yang selalu menggoda manusia dan menjauhkan manusia dari ketetapan Allah Swt. Manusia yang sudah sibuk dengan dunia-nya sehingga lupa akan Allah dan hari akhirat, syaithan membisikkan kepadanya segala kenikmatan dunia yang sebenarnya semu. Yang bathil dianggap haq, yang haram dianggap halal. Namun perlu kita ketahui, syaithan ini tidak hanya dari kalangan jin saja, tetapi juga manusia yang memiliki sifat demikian. Manusia seperti ini kita sadari atau tidak akan membawa kita jauh dari Allah Swt. Sebagai contoh ketika kita sedang bekerja dan adzan berkumandang sebagai tanda masuknya waktu shalat, ketika kita hendak melaksanakan  shalat, teman kita mengatakan “Ah nanti saja, kan masih ada waktu” inilah salah satu bujukan syaithan, yang membuat kita lalai bahkan meninggalkan kewajiban kita. 

Maka dari itu hendaklah kita berhati-hati dalam memilih teman, mana teman yang akan membawa kita kepada kebaikan dan keridhoan Allah, mana pula teman yang dapat menjauhkan kita dari ketaatan kepada Allah Swt.

Saat ini tentulah kita sudah dapat memilih, apakah kita ingin termasuk orang-orang yang beruntung yang Allah tinggikan derajatnya disisi Allah Swt. atau orang-orang yang mendapat kehinaan di akhirat kelak? Kita bercermin pada diri kita, apakah kita telah menjauhi larangan Allah ini atau sebaliknya inilah yang kita lakukan. Wallahu a’lam bishowwab. (red:fsrmm.com)

Silaturrahim Bersama Santri Baru FSRMM Riau




Sabtu (6/12)—FSRMM Riau mengadakan ta'aruf (perkenalan) bersama para santri baru FSRMM di Masjid Muthmainnah, Jalan Kartini, di belakang Rumah Sakit Bhayangkara. Kegiatan yang dimulai dengan mendirikan salat Asar secara berjamaah ini dilanjutkan dengan mendengarkan kultum yang disampaikan oleh Mubaligh FSRMM dan mengikuti pelatihan tajwid yang dipandu oleh Ustadz Fadhli Wahyudi (Mubaligh FSRMM). Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin, para santri baru FSRMM tampak sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan FSRMM.

Usai mengikuti pelatihan tajwid, forum ta’aruf pun dimulai dengan formasi forum ikhwan di masjid bagian depan dan forum akhwat di masjid bagian belakang. Perkenalan identitas menjadi momen tersendiri untuk dapat menjadi awal saling mengenal satu sama lain. Hidangan snack pun menjadi santapan ringan di sela-sela forum. Semoga dengan adanya kegiatan ta’aruf ini semakin mempererat silaturrahim antara santri baru maupun santri yang telah lama bergabung di FSRMM dan hati para santri FSRMM ini semakin bertaut karena Allah Swt. dan semakin dekat dengan masjid. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. (red: fsrmm.com)


Pelatihan tajwid dengan dipandu oleh Ustadz Fadhli Wahyudi (Mubaligh FSRMM)


Santri baru FSRMM sedang mengikuti pelatihan tajwid bersama FSRMM

Majelis ta'aruf (perkenalan) bersama santri baru FSRMM usai mengikuti pelatihan tajwid


Kehangatan persaudaraan di FSRMM


Kehangatan persaudaraan di FSRMM

(DOKUMENTASI: FSRMM.com)

(red: fsrmm.com)

HASIL SELEKSI PESERTA TRAINING/DIKLAT MOTIVASI SMP NEGERI 5 PEKANBARU




Berikut hasil seleksi peserta training/diklat motivasi yang diadakan atas kerja sama FSRMM Riau dan SMP Negeri 5 Pekanbaru yang in syaa Allaah akan diselenggarakan pada 18-20 Desember 2014. Selamat kepada para peserta yang telah lulus!

Laki-Laki

Perempuan
Kelas IX
No
Nama
Kelas
Nilai

No
Nama
Kelas
Nilai
1
Novandri Syahputra
IX.3
61

1
Eka Pratiwi
IX.1
82
2
Anshar Ilham
IX.6
59

2
Lia Oktaviani
IX.1
82
3
Reza Ramadhani  Nur
IX.5
51

3
Nadya Rahmaniah
IX.3
80
4
Taufik Akbar
IX.6
43

4
Agita Putri R
IX.1
79
5
Habib Ali Akbar
IX.5
37

5
Putri Rahmawati
IX.3
77


6
Hafidhatul Faizah
IX.3
76

7
Ega Silva Yuliana
IX.6
74

8
Naimi Syifa V
IX.7
73

9
Salsabila Roidafifa
IX.5
71

10
Khairiyya Naswa
IX.5
69
Kelas VIII
No
Nama
Kelas
Nilai

No
Nama
Kelas
Nilai
1
Fitra Ramadhan
VIII.1
92

1
Diah Rizqi Amalia
VIII.6
79
2
Rahman Maheri
VIII.7
68

2
Annisa
VIII.3
77
3
Muhammad Dzaki
VIII.1
61

3
Marchella Syivadenta L
VIII.6
66
4
Wahyu H.S
VIII.1
58

4
Nurahma Syafra
VIII.6
63
5
Jastisio Prahifan
VIII.3
55

5
Annisa Marlita Fitriani
VIII.5
62
6
Muhammad Aulia Rizky
VIII.7
53

6
Novika Putri Ardalya
VIII.6
61
7
Fajar Ramadhan
VIII.1
51

7
Putri Rahmad Sari
VIII.6
59
8
Erlangga Dwi Atha
VIII.3
51

8
Putri Islamiati. A
VIII.8
57
9
Kevin Prayogi
VIII.3
44

9
Jihan Arisanti
VIII.3
55
10
Rizki Fakhri Ananda
VIII.1
43

10
Kartika Pratiwi
VIII.5
55
11
Galih Putra
VIII.7
43


12
Bima Wardana
VIII.3
42

13
M Rifqi Ramadhan
VIII.3
39

14
Robby Adityo Junaidi
VIII.1
37

15
Andika Syahrul R
VIII.6
32


    





 Gelombang ke-2
Laki-Laki

Perempuan
Kelas IX


No
Nama
Kelas
Nilai

1
Triana Savira
IX.6
67

2
Nurul Khaninda
IX.7
67

3
Hayuni Alfi Sakinah
IX.3
66

4
Nur 'Aisyah
IX.5
66

5
Aura Salsa
IX.3
64

6
Gian Artika Sari
IX.4
64

7
Chintiya Waroka
IX.6
64

8
Millenia Caesariani Putri
IX.6
64

9
Ananta Siti Syifa N.A
IX.5
63

10
Yolanda Asyura
IX.2
56

11
Rindiani Nur Fahima
IX.7
56

12
Triana Syifa Dewi
IX.6
55

13
Amanda Felicia
IX.2
50

14
Sarah Aidila Fitri
IX.1
49

15
Devi Melani
IX.6
34
Kelas VIII
No
Nama
Kelas
Nilai

No
Nama
Kelas
Nilai
1
Fahri Dwitama
VIII.3
25

1
Laily Syahirah
VIII.5
54
2
M. Nobel Islami
VIII.3
24

2
Dyan Nur Fadhilah
VIII.3
53
3
Dhandio
VIII.3
17

3
Galih Tri Handrini Wulan D
VIII.5
50





4
Amalia Fadila Rahma
VIII.5
49


Nantikan berita kegiatan persiapan pendidikan dan pelatihan (diklat) yang ditaja FSRMM Riau di SMP Negeri 5 Pekanbaru, in syaa Allaah. (red: fsrmm.com)

Translate this Site

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified