Tabligh Akbar April 2014: Tolak Kesetaraan Gender



Hadirilah!

Tabligh Akbar 


bertemakan : "Isu Kesetaraan Gender: Menghinakan Pria dan Wanita"


bersama : Ustadz Abdul Somad, Lc. MA.

(Ulama Pakar Syarah Hadits Riau dan Asatidz FSRMM)

Ustadz Jamhur Rahmat, Lc. MA.
(Ulama Pakar Sirah)

pada Ahad, 20 April 2014 M | 20 Jumadil Akhir 1435 H

Pukul 13.30 WIB - selesai

bertempat di Masjid Muthmainnah POLDA Riau 
Jalan Kartini (Belakang RS Bhayangkara)

Info lebih lanjut:

Putra : 085278626210

Putri : 085278278897

GRATIS DAN TERBUKA UNTUK UMUM

                                                          (red: fsrmm.com)

SEDANG BERLANGSUNG : TABLIGH AKBAR DAN KAJIAN BUKU "BALITA DAN LANSIA PUN BISA HAFAL AL QUR'AN"



Saat ini sedang berlangsung Tabligh Akbar dan Kajian Buku “Balita dan Lansia pun Bisa Hafal Al-Qur-an” pada hari ini (13/4) di Aula Masjid Agung An-Nur Provinsi Riau yang diisi oleh Ustadz Dr. Musthafa Umar, Lc. MA. (‘Ulama Pakar Tafsir Qur-an Provinsi Riau dan Penasihat FSRMM) dan Ustadz Salafuddin Abu Sayyid (Penulis buku “Balita pun Bisa Hafal Al-Qur-an” dan Guru Ma’had Isy-Karima, Jawa Tengah). 

Sebelum dibuka, acara diawali dengan penampilan tim nasyid FSRMM, yakni FSRMM Voice, yang membawakan dua buah nasyid, yakni Salawat Nabi dan Anak Salih. Kemudian acara dibuka oleh Dede FSRMM (Mubaligh FSRMM) sebagai protokol dan dialihkan kepada Reza FSRMM (Mubaligh FSRMM) sebagai moderator. Setelah Reza FSRMM mempersilakan Ustadz Musthafa dan Ustadz Salafuddin, acara dilanjutkan dengan penyampaian oleh keduanya. Kini, sedang berlangsung pemutaran video jalannya wisuda para penghapal al-Qur-an yang diisi dengan tahfizh Qur-an oleh Tabarak, salah seorang balita yang hapal Qur-an 30 Juz.

Acara ini alhamdulillaah dapat terselenggara atas kerjasama Tafaqquh Study Club, FSRMM, dan RSIA Zainab. Acara ini GRATIS dan TERBUKA UNTUK UMUM. (red: fsmm.com)


Registrasi peserta

Penampilan FSRMM Voice

Pembukaan acara oleh moderator

Penyampaian materi oleh narasumber

Peserta


DOKUMENTASI: FSRMM.COM

Jangan Sampai Ketinggalan: Tabligh Akbar April 2014





Hadirilah !

Tabligh Akbar 


bertemakan : "Balita dan Lansia pun Bisa Hapal Al-Qur-an"


bersama : Ust. Salafuddin Abu Sayyid

(Penulis Buku "Balita pun Hapal Al-Qur-an" dan Guru Ma'had Isy-Karima Jawa Tengah)

Ust. Musthafa Umar, Lc. MA.
(Ulama Pakar Tafsir Qur-an Riau dan Penasihat FSRMM)

pada Ahad, 13 April 2014 M | 13 Jumadil Akhir 1435 H

Pukul 08.30 WIB - 12.00 WIB

bertempat di Aula Masjid Agung An-Nur Provinsi Riau 
(Jalan Hangtuah)

Info lebih lanjut:

Putra : 085278626210

Putri : 085278278897

GRATIS DAN TERBUKA UNTUK UMUM

                                                          (red: fsrmm.com)

Pencemaran Udara di Negeri Lancang Kuning Kian Meningkat



Jumat, 14 Maret 2014—Kota Pekanbaru masih berada dalam status “Berbahaya” seperti yang terdata di Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Pekanbaru. Setelah sempat terjadi penipisan kabut asap yang menyelimuti Bumi Lancang Kuning, beberapa hari terakhir ini kabut asap kian meningkat.

Titik api di daerah Provinsi Riau hingga hari ini mengalami penurunan jumlah. Namun karena sebagian besar Pulau Sumatra sedang dalam musim kemarau, maka pemadaman cukup sulit dilakukan. Tidak hanya itu, dengan adanya faktor pergerakan angin menuju wilayah bagian Barat menyebabkan terjadinya penebalan kabut asap di beberapa daerah. Berbagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan kabut asap di provinsi Riau ini, diharapkan  aktivitas masyarakat perkotaan maupun pedesaan dapat segera kembali normal sebagaimana biasanya. Kita harapkan juga tidak ada lagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab dan tamak yang menjadi penyebab dalam permasalahan ini ke depannya. Cukuplah pada awal tahun 2014 ini, terjadi kerugian besar di daerah Provinsi Riau dan meningkatnya masyarakat yang mengidap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Usai pertemuan Presiden Republik Indonesia—Bapak Susilo Bambang Yudhoyono—dengan Gubernur Provinsi Riau—Bapak Annas Ma'amun—pada 15 Maret kemarin, Presiden RI tersebut mengemukakan status di salah satu jejaring sosial bahwa "Saya juga ingin pejabat daerah di Riau berdiri paling depan untuk cegah dan tangani asap ini. mengapa terus terjadi dan rakyat jadi korban. Kalau dalam waktu 1-2 hari ini Pemerintah Daerah (Pemda) Riau dan para Menteri tidak bisa mengatasi, kepemimpinan dan pengendalian akan saya ambil alih." Inilah salah satu bentuk peringatan keras dari Presiden RI terkait kasus kabut asap yang menyelimuti daerah Riau yang tak kunjung usai. Lalu kemanakah pemimpin Riau saat ini sehingga membuat Presiden RI melayangkan peringatan keras tersebut di salah satu jejaring sosialnya?

Adanya peristiwa pencemaran udara ini jelas bahwa ini bukanlah bencana yang datang dari Allah. Akan tetapi, ini merupakan akibat dari perbuatan manusia-manusia yang tamak dan hanya memikirkan keuntungan dirinya sendiri. Bukankah Allah Swt. telah berfirman,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
(QS. Ar Rum [30] : 41)

Allah menciptakan bumi dengan segala keteraturannya dan keseimbangannya. Allah menciptakan manusia untuk bisa memakmurkan bumi Allah ini. Namun yang terjadi saat ini, kita bukannya melestarikan bumi Allah ini melainkan kita menimbulkan kerusakan di mana-mana dan tak jarang dengan peristiwa yang terjadi ini kita malah menghakimi Allah dan menyalahkan Allah dengan mengatakan bahwa ini adalah bencana yang Allah berikan kepada kita. Jika kita berfikir dengan cermat, kita tidak akan dengan mudah mengatakan bahwa ini adalah sebuah bencana dari Allah untuk kita masyarakat Riau, namun kita akan berfikir bahwa "Mengapa hal ini bisa terjadi?”. Yang dikatakan bencana alam ialah peristiwa yang terjadi di luar kuasa manusia, namun jika kita telisik kembali mengenai kabut asap ini tidak mungkin ada asap tanpa ada api. Ya, ini adalah akibat perbuatan kita yang merusak bumi Allah ini. Allah memberikan kuasa agar terjadinya kabut asap ini, dengan begitu kita akan menyadari akibat dari perbuatan manusia itu sendiri.

Tidakkah cukup bagi kita bencana-bencana yang telah menimpa rakyat Indonesia yang berada di daerah Jawa Timur (peristiwa meletusnya Gunung Kelud) dan di daerah Sumatra Utara (peristiwa meletusnya Gunung Sinabung), serta akibat dari perbuatan sebagian rakyat Indonesia atas peristiwa banjir di daerah Jakarta? Seharusnya peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia pada awal tahun 2014 ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi masyarakat provinsi Riau agar tidak menambah murka Allah di negara Indonesia.

Gambar: Kabut Asap di Pekanbaru Kian Menebal

Dengan kondisi yang menimpa Kota Pekanbaru dan sekitarnya saat ini diharapkan kepada masyarakat agar semakin intensif dalam menjaga kesehatan, serta turut memperhatikan kesehatan keluarga, kerabat dan saudara. Semoga dengan terjadinya peristiwa kabut asap di kota Pekanbaru ini dapat menjadikan masing-masing individu benar-benar mengevaluasi diri atas apa yang telah diperbuat selama ini dan berusaha untuk memperbaiki perilaku menjadi yang lebih baik lagi.


(red: fsrmm.com)

Bencana di Negeri Indonesia: Ujian atau Azab?


Di awal tahun  2014 ini, terdapat berbagai macam peristiwa alam yang melanda negeri kita tercinta, Indonesia. Mulai dari peristiwa banjir yang melanda Jakarta pada akhir bulan Januari 2014, gunung meletus di Sinabung pada 1 Februari 2014, disusul dengan meletusnya Gunung Kelud pada 14 Februari 2014, dan Provinsi Riau yang beberapa minggu terakhir ini dilanda peristiwa kabut asap.  Sebenarnya apa penyebab dari semua peristiwa ini? Apakah ini merupakan bencana yang Allah berikan atau justru akibat dari ulah manusia? Jika memang merupakan bencana,  apakah bencana itu merupakan ujian atau justru azab yang Alllah berikan kepada kita?

Peristiwa alam yang terjadi di bumi ini tidak serta merta merupakan bencana atau musibah yang Allah berikan kepada kita, akan tetapi bisa jadi peristiwa tersebut merupakan akibat dari ulah manusia itu sendiri. Bencana alam seperti gunung meletus dan gempa bumi merupakan peristiwa alam yang terjadi diluar kendali manusia. Lalu bagaimana dengan peristiwa banjir, tanah longsor atau kabut asap? Apakah termasuk ke dalam kategori bencana?

Allah berfirman dalam Q.S. Ar-Rum [30]: 41, yang artinya:
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan manusia, supaya Allaah merasakan kepada mereka sebahagian dari 
(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
(Q.S. Ar-Rum [30]: 41)

Kita mulai dari peristiwa banjir yang kerap kali melanda negeri kita ini. Hutan dan rawa yang Allah  jadikan sebagai daerah resapan dan penampung air, malah kita jadikan sebagai lahan yang digunakan untuk perumahan, pertokoan, bahkan gedung-gedung tanpa memperhatikan sistem drainase dan sumur resapan air. Belum lagi kebiasaan mayoritas masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan, sehingga ketika hujan turun maka tidak ada lagi yang akan menampungnya. Maka terjadilah banjir yang merendam dan menghanyutkan semua harta benda yang kita miliki, bahkan mengancam nyawa. Berarti sangat jelas bila kondisinya seperti ini, peristiwa banjir bukanlah merupakan suatu bencana melainkan dampak yang ditimbulkan dari perbuatan manusia itu sendiri.

Namun, masih banyak sekali manusia yang tidak menyadari akan kesalahan ini. Kita justru menyalahkan hujan yang Allah turunkan ke bumi. Padahal Allah SWT. menciptakan alam semesta ini dengan segala keteraturan dan keseimbangan. Allah menurunkan hujan sebagai rahmat dari-Nya untuk semua makhluk-Nya. Tidak hanya bagi manusia, akan tetapi juga rahmat bagi makhluk lain seperti hewan dan tumbuhan. Begitu pula dengan peristiwa kabut asap yang melanda bumi lancang kuning beberapa pekan terakhir ini. Tentu saja itu merupakan akibat dari perbuatan manusia yang kerap kali membuka lahan dengan cara membakar hutan secara besar-besaran untuk mendirikan bangunan atau perkebunan. Padahal Allah SWT. menciptakan hutan untuk kebutuhan manusia. Ada bermacam-macam tumbuhan yang bisa diambil buahnya untuk dikonsumsi, kayunya untuk bangunan, lalu untuk obat-obatan dan masih banyak kegunaannya untuk keberlangsungan dan kesejahteraan hidup manusia. Lalu, ada bermacam-macam hewan yang Allah ciptakan, ada yang Allah halalkan untuk dikonsumsi dan diharamkan untuk dikonsumsi, dan masih banyak kegunaannya untuk manusia manfaatkan. Akan tetapi, hutan tersebut dibakar untuk dijadikan sebagai lahan industri. Sehingga terjadilah peristiwa kabut asap ini. Hal itu berarti peristiwa kabut asap yang melanda Provinsi Riau ini bukanlah merupakan sebuah bencana, melainkan akibat dari perbuatan manusia itu sendiri. Jelaslah, firman Allaah di dalam QS. Ar-Rum: 41 tersebut adalah benar.

Rasulullah SAW. Bersabda, yang artinya:
“Tatkala Allaah menciptakan para makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “sesungguhya Rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku(HR. Bukhari no. 6855 dan Muslim no. 2751)

Jika kita mengingat kembali peristiwa pada zaman Nabi Luth as, Allah membumi hanguskan semua kaum Nabi Luth AS. yakni kaum Sodom karena mereka semua tidak beriman kepada Allah SWT. dan mereka sudah melampaui batas dengan melakukan perbuatan homoseksual. Pada peristiwa itu, Allah SWT. menyelamatkan Nabi Luth as. dan kedua anak beliau yang masih beriman kepada Allah. Lalu Allah juga menenggelamkan semua pengikut Nabi Nuh beserta anaknya dengan mendatangkan banjir besar yang menenggelamkan dunia ini, dikarenakan mereka semua tidak mau lagi mendengarkan kebenaran yang bersumber dari Allah melalui lisan Nabi Nuh as.

Lalu Bagaimana Sikap Kita Menghadapi Berbagai Peristiwa Alam Ini?

Hal pertama yang harus kita lakukan saat ini adalah instropeksi diri. Apa yang sudah kita lakukan terhadap alam ini? Apakah kita telah melestarikannya atau justru merusaknya? Apakah kita telah banyak berbuat maksiat sehingga Allah memberikan bencana berupa gunung meletus kepada negeri kita tercinta ini? Ketika kita selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan kepada-Nya atas segala dosa dan khilaf kita, senantiasa mengikuti perintah Allah SWT., akan tetapi Allah  juga memberikan bencana itu, maka yang harus kita lakukan adalah senantiasa meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT., karena bencana itu merupakan ujian bagi kita. Sedangkan apabila kita senantiasa berbuat maksiat dan meninggalkan perintah Allah, berarti bencana yang Allah berikan itu bisa jadi merupakan azab untuk kita. Selanjutnya, yang dapat kita lakukan, hendaklah kita bertaubat kepada Allah SWT. dan berjanji tidak akan merusak alam ini lagi. Karena Allah menciptakan alam ini dengan segala keteraturan. Ingat, salah satu tujuan kita diciptakan Allah ke muka bumi ini adalah sebagai khalifah yaitu pemimpin yang memakmurkan, menjaga dan melestarikan bumi Allah dengan menjalankan aturan-aturan-Nya, bukan malah merusak keteraturan-Nya.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Dia berfirman, ‘Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 30)

Maka dari itu, marilah kita kembali pada tujuan kita diciptakan oleh Allah SWT. sebagai khalifah di bumi Allah ini. Yaitu dengan cara senantiasa melestarikan alam dan menebar kebaikan di bumi Allah ini. jangan sampai kita merusaknya lagi. Dan takutlah kita terhadap azab dan murka-Nya Allah SWT.

Wallahu’alam bish-showab

(red: fsrmm.com)

Syukuran Riau Moslem Gathering Mengundang Guru-guru Besar FSRMM

Pada hari Rabu, 12 Maret 2014, Forum Silaturrahim Remaja Masjid Muthmainnah (FSRMM) Polda Riau menyelenggarakan Silaturrahim dan Pelaporan kegiatan FSRMM Polda Riau kepada para assatidz dan simpatisan FSRMM Polda Riau, sekaligus acara syukuran dalam rangka kesuksesan acara besar SEMINAR NASIONAL Riau Moslem Gathering (RMG) “Satukan Ukhuwah, Gagalkan Konspirasi Penghancuran Generasi Muda Islam Indonesia” yang diadakan pada 10 Maret 2013 lalu di Grand Ballroom Hotel Mutiara Merdeka.
Acara syukuran yang diadakan di Masjid Muthmainnah Polda Riau ini mengundang guru-guru besar FSRMM, yakni ust. Muthafa Umar, Lc.,MA. (‘Ulama Tafsir Qur’an Provinsi Riau dan penasehat FSRMM), ust. Abdul Somad, Lc.,MA. (‘Ulama Hadits Provinsi Riau) dan ust. Syamsuddin Muir, Lc.,MA. (‘Ulama Ushul Fiqh dan anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Riau). Namun dikarenakan suatu dan lain hal, maka ust. Abdul Somad, Lc.,MA. dan ust. Syamsuddin Muir, Lc.,MA. tidak dapat hadir di tengah-tengah keluarga besar FSRMM.
Tidak hanya guru-guru besar FSRMM, aktivis dakwah FSRMM turut mengundang AKBP H. M. Yunus, S.Psi., M.Si. (Pelindung FSRMM), Pak Feizal Qamar Karim (Sahabat FSRMM), beberapa ketua remaja masjid yang tergabung sebagai sahabat FSRMM serta masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar kompleks masjid Muthmainnah Polda Riau.
Adapun rangkaian acara yang pertama ialah makan siang bersama di beranda masjid Muthmainnah Polda Riau, dimana posisi ikhwan (laki-laki) dan akhwat (perempuan) dipisahjauhkan. Makan siang bersama ini diadakan usai melaksanakan ibadah sholat fardhu Zuhur berjama’ah di masjid Muthmainnah Polda Riau. Setelah itu, seluruh rangkaian acara selanjutnya dialihkan ke dalam masjid. Pembukaan majelis oleh Sebri FSRMM, tartil Qur’an oleh Fadhli Wahyudi FSRMM dan dilanjutkan dengan pemutaran video ringkas, dimulai dari persiapan menjelang RMG sampai pada keberlangsungan acara tersebut, menjadi awal dari majelis syukuran itu. Kemudian Sebri FSRMM meminta kepada Wakil Pembina FSRMM bidang Humas—Diki Gunawan Putra FSRMM—untuk menyampaikan kata sambutan. Setelah itu diikuti dengan kata sambutan oleh pembina FSRMM (ust. Nazrial, S.Si), penasehat FSRMM (ust. Muthafa Umar, Lc.,MA.), pelindung FSRMM (AKBP H. M. Yunus, S.Psi., M.Si.) serta sahabat FSRMM (Pak Feizal Qamar Karim).
Acara syukuran ini berlangsung sekitar dua jam yang kemudian ditutup dengan foto bersama tamu undangan dan aktivis FSRMM (ikhwan).


 Dokumentasi kegiatan Silaturrahim dan Pelaporan Kegiatan FSRMM Polda Riau:
Makan Siang Bersama

Pembina FSRMM ustadz Nazrial S.Si tengah memberikan penjelasan tentang FSRMM
Penasihat FSRMM Ust. Musthafa Umar, Lc. MA sedang memberikan motivasi kepada anggota FSRMM Polda Riau
Pelindung FSRMM bapak AKBP. H.M Yunus S.Psi, M.Si
Dewan Pembina FSRMM Polda Riau
Acara Silaturrahim dan Pemberian Laporan Kegiatan FSRMM, sekaligus Syukuran RMG

Foto Bersama







(www.FSRMM.com)

Silaturrahim Bersama ust. Muhaimin Iqbal, Narasumber Seminar Ekonomi Islam

Ahad, 9 Maret 2014—setelah usai melaksanakan Seminar Ekonomi Islam “Tipu Daya Uang Kertas dan Solusi Ekonomi Islam” di masjid Agung An-Nur Provinsi Riau, Forum Silaturrahim Remaja Masjid Muthmainnah (FSRMM) Polda Riau mengadakan silaturrahim bersama narasumber utama dari Seminar Ekonomi Islam, yakni ust. Muhaimin Iqbal (CEO of Indonesia Startup Center & Chairman of Calipha Land, Founder GeraiDinar.com, Pesantren Wirausaha dan Owner Jonggol Farm), dan ust. Ahmad (Manajer Shahabat Al Aqsha) di masjid Muthmainnah Polda Riau, jl. Kartini, Pekanbaru.
Pertemuan ini diadakan sekitar pukul 13.30 WIB setelah penampilan Noni FSRMM (Mubalighah FSRMM) pada Rubrik Ekonomi Islam yang diadakan pada ba’da Zuhurnya yang diadakan rutin setiap hari Ahad. Pertemuan ini dibuka oleh Dede FSRMM (Mubaligh FSRMM) dan tartil oleh Irawan FSRMM (Mubaligh FSRMM).
Setelah ditampilkannya video profil FSRMM yang merupakan hasil karya tim IT FSRMM, Dede FSRMM meminta kepada pembina FSRMM, ust. Nazrial, S.Si. untuk menyampaikan kata sambutan. Beliau menjelaskan bagaimana perkembangan lembaga dakwah FSRMM sejak awal berdiri hingga saat ini secara ringkas, perkenalan guru-guru FSRMM serta kepengurusan FSRMM.
Selang beberapa menit kemudian dilanjutkan dengan penyampaian motivasi dan semangat oleh ust. Muhamin Iqbal kepada seluruh aktivis dakwah FSRMM. Ust. Muhaimin Iqbal membagi pengalaman-pengalaman yang sangat menarik dan bermanfaat, mendukung dan menyemangati aktivis-aktivis dakwah FSRMM agar senantiasa berprestasi dalam jalan dakwah, memanfaatkan masa muda untuk menegakkan Islam di tengah kondisi umat saat ini. Beliau menyatakan bahwa belajar dan fahami quran untuk mengembangkan diri.
Pertemuan silaturrahim ini pun ditutup dengan foto bersama aktivis FSRMM (ikhwan) bersama ust. Muhaimin Iqbal, ust. Ahmad dan ust. Nazrial, S.Si.

Dokumentasi silaturrahim ustadz Muhaimin Iqbal ke FSRMM Polda Riau:

Ustadz Muhaimin Iqbal tengah Memberikan Motivasi kepada anggota FSRMM Polda Riau




Foto Bersama


Dan Jin-pun Tahu Solusinya

Oleh: Muhaimin Iqbal

SEPANJANG akhir pekan kemarin saya memenuhi undangan guru saya -  ulama kenamaan Riau yang juga ahli Al-Qur’an yaitu Dr. Mustafa Umar, Lc. MA. Undangan ini adalah untuk menemani beliau mendakwahkan solusi-solusi Al-Qur’an dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.  Di Universitas Islam Riau kami berdua membahas masalah pertanian dan perkebunan, di Bank Indonesia membahas masalah ekonomi dan di Masjid Agung membahas masalah yang dihadapi oleh uang kertas. Seolah diberi case study langsung di Riau yang perlu penyelesaian Qur’ani, saya nyaris tidak bisa pulang karenanya.
Hampir seluruh penerbangan dari Pekanbaru – Riau dibatalkan pada hari kepulangan saya. Tentu bukan saya penyebabnya, tetapi karena asap yang menutupi udara Pekanbaru dan Riau pada umumnya. Untuk bisa pulang saya tidak bisa menunda penerbangan dari Pekanbaru hari berikutnya (hari ini) – karena tidak ada jaminan kalau hari-hari berikutnya-pun pesawat akan bisa terbang.
Untuk bisa pulang saya harus me-reroute penerbangan dengan menempuh 6 jam perjalanan darat ke Padang dan baru dari Padang terbang ke Jakarta. Penderitaan-penderitaan orang yang sedang menempuh perjalanan seperti saya – yang selama seharian menunggu kepastian penerbangan di lapangan terbang untuk akhirnya mendengar pengumuman dibatalkan, plus penderitaan 6 jam perjalanan darat untuk mecapai lapangan terbang berikutnya – sesungguhnya bukan apa-apa, bila dibandingkan dengan penderitaan masyarakat Riau sendiri.
Mereka sudah sekitar sebulan ini seolah tidak berdaya dikepung oleh asap di udara mereka. Udara yang oleh pendeteksi di depan kantor BI disebutkan sebagai – SANGAT BERBAHAYA – tingkat tertinggi dalam ukuran bahayanya, inilah yang mereka hirup sehari-hari. Tidak mengherankan bila ribuan orang harus dirawat di rumah sakit karena sebab langsung asap ini.
Siapa yang salah dalam hal ini? Meskipun kita tahu kira-kira siapa yang bisa dipersalahkan dan siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas musibah asap tersebut di atas. Namun bukan itu yang ingin kita sampaikan, yang kita ingin sampaikan adalah solusi yang seharusnya bagi masyarakat Riau dan juga masyarakat di daerah lain dalam menghadapi masalah sejenis ini.
Meminjam kalimat yang diungkapkan oleh Dr. Mustafa Umar, Lc. MA tersebut di atas, solusi ini sebenarnya jin-pun tahu – apalagi manusia yang beriman bila mereka mau bener-bener menggunakan keimanannya. Sebagai ahli Al-Qur’an, tentu ungkapan beliau itu ada dasarnya, yaitu ayat berikut:
وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُم مَّاء غَدَقاً
“Dan bahwasanya: jika mereka istiqomah berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi air (hujan/rezeki) yang banyak.” (QS: Jim [72]:16)
Air yang banyak itu bisa bermakna harfiah hujan yang lebat yang dapat memadamkan api yang menimbulkan musibah asap sebulan ini. Bisa juga bermakna rezeki yang baik dan banyak – sehingga orang tidak perlu berbuat kerusakan (seperti membakar hutan dlsb) untuk memperoleh rezekinya.
Kunci solusi itu adalah istiqomah di jalan yang lurus – jalan yang ditunjukkan Allah melalui kitabNya Al-Qur’an dan sunnah NabiNya. Jalan yang lurus inilah yang harus kita tempuh di segala bidang kehidupan kita, baik ketika kita bertani/berkebun, ketika kita berekonomi, ketika kita mengelola keuangan keluarga, ketika kita berobat atau mengelola kesehatan maupun ketika kita beraktifitas apapun dalam kehidupan ini. InsyaAllah.*
Penulis Direktur Gerai Dinar
Rep: Administrator
Editor: Cholis Akbar

source : hidayatullah.com

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified